1.084 Anak di Kota Batu Masih Stunting, Dinkes Targetkan Turun Jadi 8 Persen Lewat Kelas Pozting
Jika target penurunan stunting dari 10,1 persen menjadi 8 persen berhasil dicapai, maka setidaknya ratusan anak di Kota Batu dapat keluar dari kondisi stunting. Keberhasilan ini bukan hanya menurunkan angka statistik, tetapi juga memastikan kualitas tumbuh kembang anak lebih baik, yang pada akhirnya akan memperkuat pondasi kesehatan dan daya saing generasi mendatang.
KOTA BATU, SJP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat hingga September 2025 masih terdapat 1.084 anak balita stunting dari total 10.736 balita yang sudah diukur. Angka ini setara dengan 10,1 persen prevalensi stunting di Kota Batu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja pada Rabu (24/9/2025) menegaskan pihaknya menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga 8 persen pada tahun ini melalui pelaksanaan program Kelas Pozting (Pos Gizi Penanganan Stunting).
“Angka 10,1 persen itu memang masih menjadi pekerjaan besar bagi kita. Karena itu, melalui Kelas Pozting kami berupaya serius melakukan intervensi langsung kepada bayi bawah dua tahun yang terindikasi stunting maupun berisiko stunting. Target kami, angka ini bisa turun menjadi 8 persen,” ujarnya.
Menurutnya, Kelas Pozting bukan hanya sebatas edukasi, melainkan transformasi pola penanganan stunting yang melibatkan pemeriksaan medis, pemberian pangan olahan medis khusus (PKMK), hingga pendampingan intensif kepada orang tua.
Ia juga menambahkan tidak cukup hanya memberikan tambahan gizi. Para ibu juga harus diberi pemahaman tentang pemberian makan bayi dan anak, inisiasi menyusui dini, serta pola hidup bersih dan sehat. Dengan cara itu, perkembangan anak bisa dipantau secara menyeluruh.
“Kalau kita ingin mewujudkan generasi emas di 2045, maka masalah stunting ini harus benar-benar ditekan sejak dini. Kelas Pozting adalah salah satu langkah nyata yang kami dorong untuk mencapai tujuan itu. intervensi ini sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang stunting yang bisa menghambat kualitas generasi muda di Kota Batu," imbuhnya.
Dengan keberlanjutan program ini, Dinkes Kota Batu optimistis angka stunting akan terus menurun secara bertahap. Pihaknya juga berharap kedepannya tidak ingin ada lagi anak-anak Kota Batu yang tumbuh tidak sesuai usianya karena kekurangan gizi. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

