Wisma Jerman Kembali Gelar German-Swiss Higher Education Fair 2025 di Surabaya
Lebih dari 400 ribu mahasiswa asing menempuh studi di Jerman, tren yang terus meningkat ini menjadi magnet kuat bagi masyarakat Surabaya mencari peluang pendidikan lewat GSHEF 2025.
SURABAYA, SJP - Saat ini terdapat lebih dari 400 ribu mahasiswa asing yang menempuh studi di Jerman. Angka tersebut menjadi bukti keterbukaan Negeri Panzer terhadap pelajar internasional, sekaligus pendorong meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap informasi pendidikan di Jerman dan Swiss.
Ajang Informasi Pendidikan Internasional
Berkenaan dengan hal tersebut, Wisma Jerman kembali menghadirkan German-Swiss Higher Education Fair (GSHEF) 2025 di GF Level, Artotel TS, Suites Surabaya.
Acara tahunan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk menggali peluang studi maupun program pelatihan kejuruan (Ausbildung) di Jerman dan Swiss.
"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kesempatan bagi masyarakat Surabaya agar bisa mendapatkan informasi tentang pendidikan di Jerman dan Swiss," ujar Mike Neuber, Direktur Wisma Jerman saat dikonfirmasi pada Minggu (21/9/2025).
Partisipasi Universitas Ternama
GSHEF tahun 2025 melibatkan 12 institusi pendidikan dan lembaga pendukung, termasuk Wisma Jerman, DAAD, Goethe-Institut, dan Yayasan Indonesia Jerman. Sejumlah universitas Jerman turut hadir secara daring, di antaranya:
- University of Cologne
- Leibniz University Hannover
- Deggendorf Institute of Technology
- Furtwangen University
"Kali ini ada empat universitas yang berpartisipasi secara online dan dua di antaranya termasuk universitas top di Jerman," kata Mike.
Selain itu juga ada beberapa institusi lain seperti Infopoint Deutsch, Uni Duisburg-essen, SK Leipzig Halle Neuzelle dan Akademiker Finanz Mannheim.
Bidang yang Paling Diminati
Dalam pameran tersebut, peserta dapat mempelajari dua jalan untuk menempuh studi di Jerman, yakni melalui jalur akademis dan Ausbildung. Mike menekankan bahwa bahwa peserta juga perlu mempertimbangkan jalur yang dipilih sesuai minat mereka.
"Bidang teknik masih menjadi favorit di jalur akademis, sementara untuk Ausbildung, bidang perawatan, gastronomi, dan perhotelan menempati urutan teratas," terangnya.
Mike juga menambahkan bahwa informasi tentang pendidikan di Jerman sudah cukup diketahui masyarakat, bahkan peserta GSHEF kali ini sudah semakin paham bahwa Ausbildung menawarkan lebih banyak pilihan.
"Sekarang orang sudah tahu ada lebih dari 350 profesi yang bisa dipilih. Pertanyaan pengunjung juga semakin beragam, tidak hanya soal perawatan seperti dulu," imbuhnya.
Jumlah pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Jerman meningkat perlahan tiap tahun. Jurusan teknik dan kedokteran masih menjadi pilihan utama, melanjutkan tradisi yang erat kaitannya dengan sosok BJ Habibie.
"Mayoritas pelajar Indonesia mengambil teknik dan kedokteran, karena memang bidang itu yang paling menonjol dari Jerman," tutur Mike.
Tidak Hanya Sekadar Pameran
Selain pameran, seluruh peserta memberikan presentasi interaktif tentang kursus bahasa, ujian resmi, peluang kerja ahli di Jerman, hingga persiapan studi. Hal ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi calon mahasiswa maupun tenaga kerja yang tertarik membangun karier di Jerman.
Mike menyebut bahwa target peserta memang mencapai 200 hingga 300 pengunjung. Hal tersebut berbanding lurus dengan suasana ruang pameran maupun presentasi yang sudah penuh hingga kursi tambahan harus disediakan di luar ruangan.
"Antusiasmenya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan ruangannya langsung penuh di pagi hari," ucap Mike.
Saat disinggung soal pengadaan road show di Kota lain, Mike menyebut pihaknya belum berencana menggelar roadshow ke kota lain dan masih fokus menghadirkan acara di Surabaya.
Di akhir wawancara, Mike menyampaikan harapan agar pengunjung dapat benar-benar memanfaatkan acara tersebut.
"Semoga semua pengunjung bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat, sesuai harapan mereka, dan membantu mereka untuk mewujudkan mimpi studi maupun karier di Jerman," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

