Waspada Provokasi di Hari Buruh, Polres Malang Siagakan Ratusan Personel

Masyarakat, buruh, dan aktivis diimbau untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab demi kondusifitas

01 May 2025 - 11:06
Waspada Provokasi di Hari Buruh, Polres Malang Siagakan Ratusan Personel
Ratusan personel Polres Malang disiagakan untuk mengamankan May day agar tidak terjadi provokasi. (Foto: Humas Polres Malang for SJP)

MALANG, SJP – Polres Malang menyiagakan ratusan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan aksi provokatif dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Kamis (1/5/2025).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk menjaga stabilitas keamanan. Terutama di tengah kekhawatiran akan munculnya agitasi dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyampaikan, lebih dari 300 personel dikerahkan. Sebanyak 97 personel lainnya diperbantukan ke wilayah Kota Malang guna memperkuat pengamanan bersama jajaran Polresta Malang Kota.

“Personel kami tempatkan secara strategis. Baik di titik rawan, maupun lokasi aktivitas masyarakat. Kami antisipasi berbagai bentuk provokasi yang bisa memicu ketegangan di lapangan,” ucapnya, Kamis (1/5/2025).

AKP Bambang menjelaskan, May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, merupakan momen solidaritas internasional kaum buruh yang identik dengan penyampaian aspirasi dan tuntutan kesejahteraan.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, momen ini kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menebar isu provokatif hingga mengganggu ketertiban umum.

“Belum ada laporan pergerakan massa dalam skala besar di Kabupaten Malang. Namun personel tetap siaga penuh. Kami juga terus lakukan pemantauan intensif untuk mendeteksi potensi provokasi. Baik secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial,” lanjutnya.

Polres Malang mengimbau masyarakat, khususnya para buruh dan aktivis, untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak mudah terpengaruh oleh hasutan yang mengarah pada tindakan destruktif. Pendekatan persuasif dan dialogis tetap menjadi prioritas dalam pola pengamanan kali ini.

“Kami harap masyarakat tetap tenang dan bijak menyikapi situasi. Jangan terjebak narasi yang memecah belah. May Day adalah momen perjuangan. Bukan perpecahan,” tegas AKP Bambang. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow