Wali Kota Kediri Ingatkan SPPG Segera Urus SLHS

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Kediri yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk segera mengurus.

25 Apr 2026 - 20:20
Wali Kota Kediri Ingatkan SPPG Segera Urus SLHS
Pengujian sampel makanan yang diduga terpapar bakteri ( foto : istimewa)

KOTA KEDIRI - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Kediri yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk segera mengurus. 

Hal itu ditegaskan Wali Kota Kediri usai peristiwa dugaan keracunan menu MBG yang dialami puluhan siswa SD di Kota Kediri. 

"Yang pertama, kemarin kita sudah rapat bersama. Kami beri batas waktu apabila nanti melewati batas waktu, bisa kami rekomendasikan untuk dilakukan penutupan," tegas Wali Kota termuda di Indonesia tersebut, Sabtu (25/4/2026).     

Wali Kota Kediri menuturkan SLHS sudah menjadi salah satu syarat mutlak bagi sebuah SPPG.

"Karena SLHS ini kan sudah jelas oleh keputusan BGN juga. Merupakan syarat utama, sehingga nantinya kami akan terus memantau SPPG yang belum memiliki SLHS," tambahnya. 

Tokoh wanita yang akrab disapa Mbak Wali itu, menegaskan setiap SPPG dalam pengelolaan MBG telah memiliki standar operasional yang jelas dari BGN namun bukan berarti Pemkot Kediri akan lepas tangan.  

Pihaknya akan lebih ketat dalam memantau standar operasional yang diterapkan SPPG. 

"Artinya SOP dari BGN kan sudah cukup jelas, tapi nanti akan kami tindaklanjuti lagi. Mungkin juga akan sering terjun ke lapangan untuk lebih memastikan kembali,apakah SPPG-SPPG lain ini sudah menerapkan SOP dari BGN secara tepat," jelasnya. 

Mbak Wali menambahkan, apabila nanti ditemukan adanya SPPG yang tidak melaksanakan SOP dari BGN, hal tersebut akan disampaikan ke BGN. 

"Dan apabila nantinya ternyata banyak sekali catatan, tentunya akan kami rekomendasikan untuk dilakukan penutupan," tegasnya lagi. 

Sebelumnya ditemukan dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi pada siswa SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1, dengan total 73 siswa. Dari uji lab yang dilakukan hasilnya ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli). 

Lalu dari hasil survei kehigienisan ditemukan pula bahwa SPPG Tempurejo, yang mengelola MBG untuk tiga sekolah itu, belum melakukan uji organoleptik. Dimana hasil temuan ini langsung dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG Tempurejo sendiri ditutup sementara. (*)

Editor : Rizqi Ardian   

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow