Warga Termakan Mitos, Rekrutmen Perangkat Desa Sarimulyo di Jember Minim Peminat
Warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, meyakini sebuah mitos bahwa jika menjadi perangkat desa maka hidupnya tidak akan sejahtera.
JEMBER, SJP—Pengisian kekosongan dua jabatan perangkat di Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, tidak berlangsung sesuai harapan. Pasalnya, sedikit warga yang berminat untuk mengikuti proses rekrutmen.
Ketua panitia pelaksanaan tes tulis dan komputer, Mustofa menerangkan, kekosongan jabatan perangkat desa terjadi di posisi kepala urusan (kaur) perencanaan kepala seksi (kasi) pemerintahan.
Kaur perencanaan kosong karena penjabat sebelumnya pensiun. Sementara kasi perencanaan kosong karena penjabat sebelumnya mencalonkan diri sebagai kepala desa (kades).
Mustofa menyampaikan, rekrutmen tersebut telah dibuka sejak lama. Namun hingga saat ini, hanya ada empat orang peserta yang mendaftar. Padahal hak pilih di Desa Sarimulyo sekitar 4.000 ribu warga.
Menurut dia, minimnya peminat dalam rekrutmen perangkat desa ini lantaran warga enggan untuk menjadi perangkat desa karena takut hidupnya kurang sejahtera.
"Kebanyakan saya tanya masyarakat takut jadi perangkat desa karena termakan mitos: jika jadi perangkat hidupnya tidak akan makmur dan cenderung hartanya akan habis," ungkap Mustofa, Senin (21/7/2025).
Di tempat yang sama, Camat Jombang Nuryadi membenarkan bahwa rekrutmen perangkat di Desa Sarimulyo hanya diikuti oleh empat peserta. Bahkan mereka tergolong masih muda.
"Untuk pelaksanaan hari ini ada empat peserta, dan untuk tes yang kami terapkan yaitu dua tes dan waktu dua jam," jelasnya.
Nuryadi menjelaskan, antusiasme warga Desa Sarimulyo untuk mengikuti rekrutmen perangkat tidak sebesar warga desa lain di sekitarnya. Padahal di desa tetangga, rekrutmen perangkat desa diikuti hingga puluhan peserta.
"Desa Sarimulyo memang desa berbatasan dengan Kabupaten Lumajang. Untuk desa sini berbagai tahapan sudah dilakukan, tapi memang peminatnya sedikit. Beda dengan Desa Wringinagung dan Desa Padomasan yang beberapa waktu lalu ada puluhan peserta," pungkasnya. (adv)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

