Warga Ploso Gelar Ziarah Tokoh Periwayat Sejarah Kelahiran Bung Karno di Jombang

Ziarah menyasar beberapa makam tokoh kunci, di antaranya makam Kiai Abdul Mukti, sahabat ayah Bung Karno sekaligus guru mengaji pertamanya di Pesantren Kedung Turi

10 Feb 2026 - 15:30
Warga Ploso Gelar Ziarah Tokoh Periwayat Sejarah Kelahiran Bung Karno di Jombang
Para periwayat Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno, usai melakukan ziarah di Ploso, Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP — Warga Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, melakukan upaya pelestarian memori sejarah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui ziarah ke makam para periwayat sejarah Bung Karno yang berpusat di Situs Rumah Kelahiran Soekarno, Desa Rejoagung, Selasa (10/2/2026).

Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama di situs yang berlokasi di Gang Buntu. Selanjutnya, rombongan melakukan ziarah ke makam sejumlah tokoh yang dinilai memiliki peran krusial dalam meriwayatkan kisah kelahiran serta masa kecil Sang Proklamator selama di Ploso.

Ketua DPC Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA), Komar, menyatakan bahwa agenda ini bertujuan untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah menjaga dan menyampaikan sejarah secara turun-temurun.

"Ini merupakan bentuk penghormatan kepada para periwayat. Tanpa kontribusi mereka, generasi saat ini tidak akan memiliki jejak sejarah yang utuh," ujar dia.

Ziarah menyasar beberapa makam tokoh kunci, di antaranya makam Kiai Abdul Mukti, sahabat ayah Bung Karno sekaligus guru mengaji pertamanya di Pesantren Kedung Turi. 

Selain itu, rombongan menziarahi makam Nyai Nasihah, tokoh yang memberikan keterangan mengenai lokasi sekolah desa (Ongko Loro) tempat Bung Karno pertama kali menempuh pendidikan formal.

Tokoh lain yang diziarahi adalah Mbok Suwi, pengasuh Bung Karno sejak bayi, serta Mbah Joyo (Joyodipo), teman sekolah dan sepermainan Bung Karno di masa kecil.

"Seluruh tokoh ini adalah warga asli Ploso. Mbok Suwi dan Mbah Joyo tercatat pernah mendampingi Cindy Adams saat melakukan riset biografi Bung Karno di Ploso pada tahun 1964," jelas Komar.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin pelestarian sejarah, termasuk untuk memperingati momentum penting seperti tanggal 28 Desember (mutasi ayah Bung Karno ke Ploso) dan 16 Januari (kedatangan Cindy Adams).

Sejarawan sekaligus inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, menegaskan bahwa ziarah ini merupakan bukti nyata dari terjaganya memori kolektif masyarakat setempat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa ingatan kolektif mengenai kelahiran Bung Karno di Ploso tetap hidup dan dirawat oleh warga," tegas Binhad.

Menurut Binhad, ziarah terhadap empat tokoh kunci tersebut merupakan inisiatif warga Ploso yang didukung oleh komunitas sejarah serta organisasi seperti PCTA. "Ini adalah ikhtiar bersama dalam menjaga jejak sejarah kelahiran Soekarno di Ploso," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow