Warga Patianrowo Nganjuk Keluhkan Bau Menyengat dari Penggilingan Telur
Pemerintah Desa Babadan tidak memberikan izin karena dampak polusi bau yang ditimbulkan dikeluhkan warga.
NGANJUK, SJP – Warga Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari penggilingan telur tidak jauh dari pemukiman mereka.
Badri (60), salah satu warga sekitar, mengatakan bau tidak sedap itu kerap tercium hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Badri bahkan menyebutkan bahwa bau tersebut berasal dari penggilingan yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.
Bau itu sangat menyengat, terutama saat penggilingan telor dilakukan. Kadang penggilingan dilakukan tiga hari sekali, tapi kemarin, baunya sangat kuat,”
“Teng wingking pakan ulam damel bebek kale meri (di belakang rumah, buat makan ikan, bebek dan meri),” ungkap Badri saat ditemui di rumahnya, Sabtu (25/1/2025).
Selain itu, Badri mengungkapkan bahwa bau menyengat ini sudah menjadi masalah yang belum mendapatkan penanganan serius.
Menurut dia, penggilingan telur yang dilakukan di lokasi tersebut menambah ketidaknyamanan bagi warga setempat. “Sudah beberapa kali saya mengeluh, tapi belum ada tanggapan,” tambah Badri.
Kepala Desa Babadan, Imam Robani juga mengakui adanya pengolahan limbah pakan ternak dan ikan di gudang yang sebelumnya digunakan untuk industri gula merah. Imam mengungkapkan bahwa bau yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah ini tidak hanya mengganggu warga sekitar, tetapi juga tercium hingga kantor desa.
“Warga menolak adanya kegiatan ini karena bau yang ditimbulkan sangat mengganggu,” ujar Imam saat ditemui di rumahnya.
Imam Robani juga menyatakan bahwa pihak desa tidak memberikan izin untuk pengolahan limbah ini. “Kami tidak mengizinkan usaha ini karena dampak polusi bau yang ditimbulkan, apalagi banyak keluhan dari warga,” tegasnya.
Sementara itu, pemilik penggilingan pakan ternak Sutikno saat ditemui di gudang miliknya mempersilakan sejumlah awak media yang melakukan peliputan untuk mengecek langsung ke tempat penggilingan telur.
“Sampean baui tidak di sini mas. Sampaikan saja. Biar ngerti sendiri saat di gudang, bukan apa kata orang,” cecarnya
Dia mengatakan, bau itu berasal dari bau pakan.
“Silakan dilihat mas. Sebenarnya itu bukan bau busuk. Tapi, itu merupakan bau pakan. Dan bebas untuk cek, karena saya yang izini,” ucap Sutikno dengan ciri khasnya
Selain itu, kata dia, dari proses produksi, pihaknya sudah berupaya untuk penanganan, dan juga sudah berizin. Jadi, Sutikno menegaskan, aspek legalitas usahanya sudah terpenuhi. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

