Warga Muhammadiyah Tunda Tradisi Silaturahmi Demi Jaga Harmonisasi dengan Warga NU
Dalam pelaksanaan Idulfitri kali ini, Muhammadiyah tetap mengedepankan sikap toleransi.
SURABAYA, SJP — Warga Muhammadiyah memilih menunda tradisi unjung-unjung atau silaturahmi pada Lebaran 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijakan pemerintah, sekaligus menjaga toleransi dan keharmonisan dengan warga Nahdlatul Ulama di lingkungan sekitar.
Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di depan Gedung Jatim Expo, Surabaya, pada Jumat (20/3/2026).
Salat Id digelar di area depan gedung hingga sepanjang frontage road Ahmad Yani, dengan jemaah mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana ibadah berlangsung khusyuk dan tertib. Jemaah datang bersama keluarga dengan membawa sajadah masing-masing.
Jemaah perempuan menempati saf paling belakang, sedangkan jemaah laki-laki berada di saf bagian depan. Sejumlah anak juga terlihat antusias mengikuti salat Idulfitri tersebut.
Ketua PC Muhammadiyah Wonocolo, Mukhlasin, mengatakan bahwa antusiasme jemaah di wilayah Wonocolo cukup tinggi. Ia menyebut jumlah jemaah laki-laki dan perempuan hampir seimbang, masing-masing sekitar 500 orang.
"Mulai pukul 06.00 WIB, jemaah sudah mulai berdatangan," ujar Mukhlasin.
Dalam pelaksanaan Idulfitri kali ini, Muhammadiyah tetap mengedepankan sikap toleransi.
Mukhlasin menjelaskan bahwa warga Muhammadiyah tidak menjalankan tradisi unjung-unjung pada hari ini untuk menghormati pemerintah dan warga NU yang masih menjalankan ibadah puasa.
"Unjung-unjung hanya kita lakukan ke saudara atau kerabat. Bahkan, saat malam takbir kita juga tidak menggunakan sound system. Baru besok, kita rayakan Idulfitri seperti biasa," pungkasnya. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

