Pesantren Al Falah Ploso Kediri Rayakan Idulfitri dengan Tradisi Sungkeman

Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, melaksanakan Shalat Idulfitri pada 20 Maret 2026, menggunakan metode hisab astronomis, dan diakhiri dengan tradisi sungkeman dan kenduri bersama.

20 Mar 2026 - 21:58
Pesantren Al Falah Ploso Kediri Rayakan Idulfitri dengan Tradisi Sungkeman
Ribuan santri Ponpes Al Falah Ploso Kediri salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026).(Beritasatu.com/Moh Muajijin)

KEDIRI, SJP - Ribuan siswa di Pesantren Tradisional Al Falah yang terletak di Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, melakukan shalat Lebaran 1447 Hijriah pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2026.

Ibadah tersebut dilaksanakan di halaman pesantren yang diikuti oleh warga sekitar dan santri, baik putra maupun putri, yang sejak pagi telah memenuhi lokasi shalat.

Pondok Pesantren Al Falah Ploso melaksanakan salat Id lebih awal sesuai hasil perhitungan astronomi internal, meski pemerintah menetapkan Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026).

Setelah pelaksanaan shalat selesai, para santri kemudian mengikuti tradisi sungkeman yang merupakan ritual khas perayaan hari raya di lingkungan pesantren, dengan bergantian melakukan salam bersama dan kepada pengasuh pondok, KH Nurul Jazuli.

KH Abdurrahman Al Kautsar, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, menyatakan bahwa penetapan 1 Syawal di pesantren tersebut mengacu pada metode hisab astronomis yang telah lama diaplikasikan oleh lembaga falakiyah internal pesantren.

"Penetapan Idulfitri di Ponpes Ploso menggunakan metode hisab yang telah lama diaplikasikan, karena di sini memiliki lembaga falakiyah yang dikelola oleh para masyayikh dan pendahulu. Jadi, ini murni hasil perhitungan internal, tidak terkait dengan perbedaan penentuan Idulfitri," ujar KH Abdurrahman Al Kautsar.

Pihak pesantren juga memberikan opsi kepada alumni untuk mengikuti pelaksanaan salat Id sesuai dengan keputusan pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama.

Acara diakhiri dengan tradisi kenduri bersama, di mana ratusan santri berkumpul untuk berbagi hidangan khas tumpeng yang telah didoakan, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur di hari raya Idulfitri. (*)

Sumber: beritasatu.comĀ 
Penulis: Paskalis Arakat, Mahasiswa Magang Unitri
Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow