Warga Kota Blitar Kesulitan Dapatkan Elpiji 3 Kilogram, Stok Datang Langsung Ludes
Sejumlah warga Kota Blitar mengeluhkan kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu pangkalan yang berada di Bendogerit mengaku pasokan dari agen rutin, namun permintaan dari masyarakat cukup tinggi pada awal Ramadan ini.
KOTA BLITAR, SJP - Kelangkaan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dikeluhkan warga Kota Blitar dalam dua pekan terakhir. Tabung gas bersubsidi yang dikenal dengan sebulan elpiji melon itu kerap habis dalam hitungan jam setelah tiba di pangkalan maupun pengecer.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling dari satu toko ke toko lain demi mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram.
Pemilik warung makan di Jalan Dr. Wahidin Kota Blitar bernama Rita mengaku kerepotan karena tabung gas elpiji 3 kilogram menjadi kebutuhan utama untuk usaha kulinernya.
Dalam tiga hari, Rita rata-rata menghabiskan satu tabung elpiji 3 kilogram untuk memasak. Ketika stok sulit didapat, aktivitas usahanya ikut terganggu.
"Kalau dapat info ada stok datang, saya langsung ke toko. Kadang harus keliling dulu, baru dapat," kata dia, Kamis (19/2/2026).
Hal senada juga disampaikan oleh Nunung warga Kelurahan Bendo. Sejak awal Februari 2026 atau menjelang Ramadan, ia kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram di toko langganannya. Stok disebut selalu habis tak lama setelah kiriman datang.
"Biasanya saya bisa beli dua tabung sekaligus. Sekarang dibatasi satu tabung per orang karena permintaan banyak," ujarnya.
Terpisah, pemilik pangkalan tabung gas elpiji 3 kilogram di Bendogerit bernama Suparti menjelaskan pasokan dari agen sebenarnya masih rutin, yakni tiga kali dalam sepekan setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Namun, tingginya permintaan membuat stok cepat habis. Bahkan, sebagian warga sudah memesan lebih dulu sebelum kiriman tiba.
"Pasokan normal, tapi begitu datang langsung habis. Sekarang tempat saya kosong lagi," terangnya.
Suparti menyebut jumlah kiriman juga sedikit berkurang. Jika sebelumnya ia menerima 48–49 tabung per pengiriman, kini hanya sekitar 44 tabung.
Menurutnya, lonjakan permintaan mulai terasa sejak akhir Januari 2026. Ia menduga peningkatan kebutuhan menjelang Ramadan dan Lebaran menjadi salah satu faktor tingginya konsumsi elpiji 3 kilogram di masyarakat.
"Yang jelas, saya hanya melayani warga sekitar. Mudah-mudahan pasokan tetap lancar dan kebutuhan warga bisa terpenuhi," imbuhnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

