Jalan Berlubang di Ngronggot Nganjuk Ditanami Pisang, Warga Kesal Tak Ada Perbaikan
Jalan poros desa di Dusun Tempel, Ngronggot, Nganjuk, rusak parah selama lebih dari dua tahun. Warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes karena perbaikan tak kunjung direalisasikan, meski sering diusulkan dan telah memicu kecelakaan.
NGANJUK, SJP – Kondisi infrastruktur jalan poros desa di Dusun Tempel, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama warga itu dilaporkan mengalami kerusakan berat selama lebih dari dua tahun tanpa adanya perbaikan dari pihak terkait.
Pantauan di lokasi menunjukkan lubang-lubang besar menghiasi badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter. Sebagai bentuk protes sekaligus penanda bagi pengendara, warga setempat bahkan menanam pohon pisang di salah satu titik kerusakan yang paling parah.
“Sudah sekitar dua tahunan rusak. Selama ini sepertinya belum menjadi prioritas pembangunan dari desa,” ujar salah seorang warga saat ditemui di lokasi, Selasa (7/4/2026).
Gunawan, warga Dusun Tempel, menyebut pemerintah desa sebenarnya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Namun hingga kini realisasinya masih tertunda. Padahal, kondisi jalan yang rusak itu disebut telah memakan korban.
“Pernah ada yang kecelakaan di titik yang ditanami pisang itu. Jatuh, untungnya hanya luka ringan. Tapi kalau dibiarkan terus, ini membahayakan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Samsudin. Ia menilai aksi penanaman pohon pisang tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa. Pasalnya, selama enam tahun terakhir jalan penghubung antar desa itu rusak parah dan sering diusulkan, namun belum mendapat tanggapan.
“Setiap tahun anggaran selalu diusulkan lewat musyawarah dusun (musdus) maupun melalui reses dewan. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Hal itu yang memicu warga turun langsung melakukan aksi,” tegas Samsudin sambil menunjukkan kondisi jalan.
Keresahan warga semakin meningkat karena dalam waktu dekat Dusun Tempel akan menggelar acara adat tahunan Nyadran yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei mendatang. Kegiatan tersebut rencananya akan melewati rute jalan yang rusak, mulai dari area makam hingga garis finis di depan klinik kesehatan setempat.
“Harapan kami sebagai warga, jalan ini segera diperbaiki supaya kondisinya baik dan tidak semakin parah. Apalagi sebentar lagi akan ada acara Nyadran,” pungkas Samsudin.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, wartawan Suarajatimpost masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Ngronggot, Moh. Zainal. Upaya konfirmasi melalui sambungan WhatsApp telah dilakukan sebanyak tiga kali, namun belum mendapat respons. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

