Warga Ancam Tutup PT Linde Gresik jika Enggan Beri Kompensasi Rp2 Miliar
Warga Roomo menuntut kompensasi atas kebocoran pabrik PT Linde yang berdampak besar. Ancaman penutupan pabrik dan mediasi yang diundur menambah ketegangan situasi.
GRESIK, SJP — Warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, mengancam menutup aktivitas produksi PT Linde Indonesia jika kompensasi akibat kebocoran pabrik tidak dipenuhi. Ancaman disampaikan menyusul ketidakresponsifan perusahaan.
Sekretaris Desa Roomo, Achmad Zainul, menyatakan kompensasi itu merupakan tuntutan warga yang terdampak insiden kebocoran PT Linde. Dia membawa lima perwakilan pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa (BPD) untuk menyuarakan hal ini.
"Cukup saya akan bawa lima orang perwakilan dari pemerintah desa dan BPD ke Linde. Mewakili atas seluruh masyarakat Desa Roomo. Linde tutup. Karena dampak paling besar Linde ke warga Roomo," kata Zainul, Senin (4/8/2025).
Zainul mengungkapkan sikap PT Linde Indonesia selama berdiri sejak 1997 tidak responsif terhadap warga. Dia menyoroti perusahaan tidak pernah menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Saat perayaan Hari Raya Kurban, kata dia, PT Linde hanya memberikan dua kambing kecil yang dinilai warga tidak memadai. Adapun kesepakatan kompensasi atas insiden kebocoran dipatok Rp1 juta per orang.
Bagi yang mengalami kerugian berlebih, warga meminta ganti rugi Rp1,5 juta per orang. Perhitungan kompensasi dilakukan secara personal berdasarkan 1.950 keluarga atau 1.142 rumah di Desa Roomo.
Berdasarkan catatan jumlah jiwa di kantor pemerintah desa Roomo, jumlah penduduk mencapai lebih dari 5.000 orang. Pemerintah desa memberikan toleransi maksimal kompensasi sekitar Rp2 miliar.
"Kami masih ada toleransi. Kurang lebih Rp1,5 miliar. Maksimal Rp2 miliar," pungkasnya.
Sementara itu, mediasi kompensasi kebocoran PT Linde yang direncanakan hari ini diundur menjadi Rabu (6/8/2025). Permintaan penundaan datang dari pelaksana tugas (Plt) kepala desa Roomo.
"Dari Plt Kades Roomo minta diundur ke hari Rabu dan sudah dikomunikasikan ke Pak Hamdi Komisi III DPRD," ungkap Head of Safety, Environment, and Quality (SEQ) PT Linde Indonesia, Andita Huda, saat memberi keterangan soal permintaan kompensasi warga. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

