Wapres Gibran Panen dan Cicipi Kopi Arabika Ijen Bondowoso, Singgung Bantuan Alat Pertanian Modern

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyinggung perlunya dukungan di sektor perkopian dengan pengadaan alat-alat modern dan ketersediaan pupuk yang harganya bisa dijangkau oleh petani kopi.

24 Jun 2025 - 16:41
Wapres Gibran Panen dan Cicipi Kopi Arabika Ijen Bondowoso, Singgung Bantuan Alat Pertanian Modern
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau proses sortir kopi arabika di Kebun Kalisat Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka datang ke Kabupaten Bondowoso untuk meninjau proses panen kopi di kebun Kalisat, Desa Kalisat Kecamatan Ijen, yang merupakan kawasan Perkebunan Java Coffee Estate milik PTPN III, pada Selasa (24/6/2025).

Didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, beserta Wamen BUMN dan Bupati Bondowoso, Wapres juga memetik buah kopi bersama pemetik kopi warga setempat serta melihat langsung proses penyortiran kopi arabika.

Wapres juga bercengkrama, ngobrol dan berdiskusi dengan hangat sembari menikmati seangkir kopi arabika, asli dari Ijen Bondowoso. Menariknya, cita rasa kopi Arabika Ijen tidak membuat asam lambung Wakil Presiden kambuh.

“Saya menikmati kopi seperti yang disarankan oleh ibu Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa) tidak pakai gula. Dan ternyata masih aman di lambung saya. Rasanya nikmat,” katanya.

Gibran juga menyempatkan diri berdialog dengan para petani kopid dan pekerja kebun. Ada banyak hal yang didiskusikan, mulai dari permintaan bantuan alat pengolahan kopi, hingga masalah pupuk bagi petani kopi di Bondowoso.

“Kita memang intens sekali untuk mengawal program-program dari pak presiden. Salah satunya mengawal komuditi ini, agar tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya, karena, kopi Indonesia ini sudah mendunia,” ucap Wapres.

Menurutnya, selain beras, pemerintah memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti tebu dan kopi. Oleh sebab itu, sektor perkopian juga harus didukung dengan pengadaan alat-alat modern untuk mendukung proses hulu hingga hilir dan ketersediaan pupuk dengan harga yang lebih murah.

“PR kita sekarang, hampir sama seperti tebu, beras, dan lain-lainnya. Pengadaan alat-alat modern, pupuk yang mudah terjangkau. Ini akan kita kawal terus. Karena sekali lagi, kopi kita ini sudah mendunia,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, permintaan pasar untuk komuditi kopi asli Jawa Timur sangat besar. Bahkan, beberapa kopi terbaik di Jombang, Madiun dan Jember masih belum bisa memenuhi kebutuhan pasar.

“Permintaan kopi sangat besar. Kami punya communal branding, sehingga kopi Ijen Bondowoso ini bisa membantu memenuhi permintaan pasar, ketika kopi Kare Madiun, kopi Wonossalam Jombang dan kopi Silo Jember tidak mampu memenuhi pasar ekspor,” ungkap Gubernur.  

Gubernur juga menyinggung tentang Bondowoso Republik Kopi yang dianggap sudah memiliki pasar sendiri untuk menjual kopi asli Bondowoso. Namun, dirinya tetap membuka diri untuk memberikan bantuan jika nantinya menemukan masalah dalam hal pemasaran.

“Jikalau nanti masih ada masalah dengan pasar, kami Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Wakil Gubernur yang mengomandani communal branding, selalu siap membantu,” tandasnya. 

Usai petik kopi dan meninjau proses sortir kopi Arabika Ijen, Wapres juga menyerahkan bantuan berupa lima paket sembako dan lima ekor hewan ternak kepada petani kopi setempat. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow