Wali Kota Blitar Segera Rotasi dan Mutasi Pejabat dalam 100 Hari Kerja
Sebagai upaya reformasi birokrasi dan percepatan program serta pelayanan terhadap masyarakat, maka wali kota Blitar yang baru saja dilantik akan segera melakukan rotasi dan mutasi pejabat
KOTA BLITAR, SJP - Usai resmi menjabat sebagai wali kota Blitar, Syauqul Muhibbin akan segera melakukan rotasi dan mutasi pejabat untuk mendukung program 100 kerja.
Meski waktu mutasi jabatan itu pasti, namun Syauqul Muhibbin mengatakan, pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat penting dilakukan untuk penyegaran dan perbaikan.
Wali kota Blitar pertama yang dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia itu menyebut, rotasi dan mutasi itu bertujuan agar pelayanan pemerintah lebih baik.
"Kami cek dulu, evaluasi dulu. Gak mungkin kami menempatkan pegawai di tempat yang baru, tanpa mengetahui kualitas dari masing-masing SDM," ucapnya, Jumat (7/3/2025).
Pihaknya masih membutuhkan waktu untuk pengenalan dengan pejabat yang ada di lingkungan Pemkot Blitar. Namun, rotasi dan mutasi jabatan akan dilaksanakan dalam 100 hari kerjanya.
Selain itu, pelaksanaan rotasi dan mutasi jabatan harus mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri). Hingga saat ini, izin dari Kemendagri tersebut masih dalam proses.
"Ada beberapa pegawai yang mungkin sudah terlalu lama di tempat tertentu dan kondisi ini yang harus dirotasi serta mutasi. Ada beberapa tempat yang kosong. Perlu segera diisi dan disehatkan lagi," ujarnya.
Dalam program 100 hari kerjanya, pria yang akrab disapa Mas Ibbin ini akan melakukan perbaikan di seluruh lini pemerintahan.
Dia berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka pengangguran, memperkuat ekonomi lokal, dan membangun infrastruktur yang lebih baik. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

