Wakil Menteri PPPA Kunjungi Malang, Fokuskan Pengembangan RBI
RBI diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan kembali permainan tradisional, cerita sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai solusi kreatif.
MALANG, SJP — Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI), Veronica Tan, mengunjungi desa-desa di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang merupakan salah satu titik Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang, Didik Gatot Subroto, kunjungan Veronica Tan ini bertujuan untuk mengadakan survei bersama sosiolog, kelompok tani (poktan), dan karang taruna (katar).
Dalam kegiatan tersebut Veronica berdiskusi tentang RBI. Dia berharap masukan dari berbagai pihak untuk dapat menjadi bentuk kreativitas anak muda dan ajang festival tahunan untuk melestarikan budaya lokal.
"Contohnya tadi, Desa Kalisongo ternyata memiliki budaya yang kuat dan unik. Seperti Kampung Cempluk (event tahunan)," terang Veronica Tan, kepada awak media, Jumat (17/1/2024).
Mantan istri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu berharap, RBI dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk berkreasi dan berkontribusi terhadap kemajuan desa.
"Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan bottom-up," tuturnya.
Dalam diskusi itu, ditemukan beberapa kebutuhan utama Desa Kalisongo. Salah satunya yakni penyediaan air dan traktor untuk para petani.
Oleh karena itu, Veronica mengajak semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk berkolaborasi dan melakukan pemetaan kebutuhan desa secara tepat sasaran.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta itu menyebut, desa ini telah memiliki wadah yang memadai. Sehingga memerlukan kerja sama dan kolaborasi. Bisa juga dalam bentuk corporate social responsibility (CSR).
"RBI, diharapkan dapat menjadi melting pot yang menerima semua masukan dan menjadikannya sukses story, tempat berkarya anak-anak muda Malang," pungkasnya.
Sementara itu Wabup Didik Gatot Subroto menyatakan, kunjungannya bertujuan untuk melihat kondisi daerah dan mempersiapkan program-program bottom-up yang melibatkan masyarakat.
Dia ingin memastikan program tersebut dapat mendukung kebersamaan dan kebudayaan lokal. Terutama di Desa Kalisongo yang memiliki kekhasan unik seperti tradisi jodang dan terbang jidor.
Menurutnya, RBI akan menyelesaikan berbagai masalah situasional. Seperti kerentanan antara si kaya dan si miskin. Serta membutuhkan kolaborasi dari berbagai sisi. Seperti kesehatan, sosiologi, pendidikan, dan pertanian.
"Awalnya pendampingan telah dilakukan oleh Universitas Brawijaya. Kini masyarakat sudah mandiri. Kita berharap Desa Kalisongo dapat menjadi pilot project yang baik dengan tingkat partisipasi masyarakat yang bagus," tutupnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, RBI merupakan kelanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dengan tagline semua dimulai dari desa.
Melalui program RBI, Kementerian PPPA ingin mendorong perhatian pemerintah daerah lebih besar lagi untuk kaum perempuan dan anak-anak.
Melalui Kementerian PPPA, RBI dapat dimanfaatkan sebagai ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan mengenalkan lebih dekat lagi budaya lokal positif, agar tidak ditinggalkan.
RBI diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan kembali permainan tradisional, cerita sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai solusi kreatif untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

