Wakil Wali Kota Batu Dorong Pembentukan Tim Percepatan dan Rencana Aksi Daerah TBC
Dengan langkah strategis pembentukan RAD dan Tim Percepatan Penanggulangan TBC, Pemkot Batu menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman penyakit menular ini.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memperkuat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui rencana pembentukan Tim Percepatan dan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC. Upaya ini menjadi tindak lanjut komitmen daerah dalam mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Rabu (29/10/2025) menegaskan pentingnya kebijakan yang terstruktur dan berbasis hukum agar penanganan TBC di tingkat daerah bisa lebih terarah.
“Jika kondisi TBC sudah dikategorikan darurat, maka perlu payung hukum yang kuat untuk mempercepat tindakan. RAD dan tim percepatan ini harus segera dibentuk agar seluruh elemen bisa bergerak dengan satu arah,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat hingga Oktober 2025, penemuan kasus TBC telah mencapai 48,77 persen, sementara inisiasi pengobatan mencapai 86,40 persen. Meski capaian tersebut menunjukkan kemajuan, Pemkot menilai masih diperlukan percepatan terutama pada aspek deteksi dini di masyarakat.
"Sementara itu, TP2TBC Provinsi Jawa Timur mendorong Kota Batu agar segera menindaklanjuti pembentukan SK Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan menyusun RAD yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah desa, tenaga sosial, dan Posyandu Lansia," imbuhnya.
Langkah ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Kota Batu mampu mempercepat deteksi, pengobatan, dan pencegahan TBC di masyarakat, sekaligus menjadi pijakan nyata bagi terwujudnya Kota Batu yang sehat, produktif, dan bebas TBC sesuai target nasional tahun 2030. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

