Legislator Jatim Sri Wahyuni Raih DetikJatim Awards 2025 sebagai Pejuang Hak Kesehatan Masyarakat
Legislator dari Partai Demokrat yang akrab disapa Mbak Yun ini secara khusus mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh pihak yang berada di garda terdepan sektor kesehatan di Jawa Timur.
BOJONEGORO, SJP–Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Sri Wahyuni, meraih penghargaan bergengsi Anugerah Figur Akselerator Kemajuan dalam kategori Pejuang Hak Kesehatan Masyarakat pada ajang DetikJatim Awards 2025.
Legislator dari Partai Demokrat yang akrab disapa Mbak Yun ini secara khusus mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh pihak yang berada di garda terdepan sektor kesehatan di Jawa Timur.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat yang tak henti berjuang demi mewujudkan hak kesehatan bagi semua warga,” ujar Sri Wahyuni, membenarkan perolehan anugerah tersebut.
Latar belakang Sri Wahyuni sebagai seorang perawat profesional selama 25 tahun (1999–2024) menjadi modal utama saat ia memulai langkahnya di ranah legislatif DPRD Jatim sejak tahun 2024.
Setelah resmi menjabat sebagai wakil rakyat, perempuan yang juga mengemban amanah sebagai Koordinator Divisi Pengembangan Politik Perempuan, LHKP PWMU Jatim ini langsung menunjukkan kinerja akseleratif.
Beberapa langkah konkret dan aktif yang telah ia dorong meliputi:
Mendorong Perbaikan Layanan Kesehatan: Berfokus pada pemangkasan antrean panjang di rumah sakit dan penataan ulang sistem rujukan yang kerap menimbulkan kendala bagi masyarakat.
Memperjuangkan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan (Nakes): Mengawal usulan peningkatan gaji dan tunjangan bagi perawat, termasuk yang berstatus honorer, seiring dengan rencana kenaikan gaji guru oleh pemerintah pusat.
Mengoptimalkan Akses Kesehatan di Perdesaan: Menggagas dan mendorong implementasi program inovatif “Satu Desa Satu Perawat” di 7.721 desa se-Jatim, sebagai solusi nyata untuk mengoptimalkan peran perawat di wilayah perdesaan.
Mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Melakukan evaluasi ketat untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah sesuai dengan standar dan benar-benar memberikan manfaat gizi bagi masyarakat Jawa Timur.
Selain fokus pada kebijakan, kepeduliannya juga tercermin melalui aksi langsung, seperti saat ia turun tangan mengawal proses operasi seorang balita penderita Atresia Ani (kelainan saluran cerna) asal Bojonegoro.
Ia memastikan koordinasi antar rumah sakit berjalan lancar demi penanganan terbaik hingga pasien dipulangkan.
"Penghargaan ini menjadi pelecut bagi saya untuk menjadi lebih baik dalam mengabdi kepada warga Jatim. Semoga ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang adil, merata, dan manusiawi di Jawa Timur," pungkas Sri Wahyuni. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

