Vaksinasi HPV Sasar Ribuan Anak Perempuan di Tulungagung
Pemerintah Kabupaten Tulungagung saat ini tengah menjalankan program vaksinasi Human Papilomavirus (HPV) gratis, yang secara khusus menyasar anak perempuan usia 11 hingga 12 tahun. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional, meski hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pembatasan usia penerima vaksin tersebut.
TULUNGAGUNG, SJP - Pemerintah Kabupaten Tulungagung saat ini tengah menjalankan program vaksinasi Human Papilomavirus (HPV) gratis, yang secara khusus menyasar anak perempuan usia 11 hingga 12 tahun.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional, meski hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pembatasan usia penerima vaksin tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, mengatakan, jika pelaksanaan vaksinasi ini dijadwalkan rutin setiap tahun pada bulan Agustus, bertepatan dengan momentum Bulan Imunisasi. Vaksinasi diberikan kepada anak perempuan yang duduk di bangku kelas 5 dan 6 sekolah dasar.
"Program ini merupakan langkah pencegahan kanker serviks sejak dini, mengingat HPV menjadi penyebab utama penyakit tersebut," kata Desi, Selasa (17/6/2025) di Tulungagung.
Menurut Desi, anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan formal tetapi berada dalam rentang usia yang ditentukan, yaitu, 11 hingga 12 tahun, vaksinasi tetap dapat diakses secara gratis melalui Puskesmas.
Namun, Desi menyebutkan bahwa di wilayah Tulungagung saat ini hampir tidak ada anak perempuan usia 11-12 tahun yang tidak bersekolah, kecuali mereka yang telah pindah domisili. Sementara itu, anak berkebutuhan khusus diberikan layanan vaksinasi secara eksklusif di fasilitas kesehatan terdekat.
Desi menjelaskan, vaksinasi HPV untuk anak perempuan tersebut dilakukan dalam dua tahap, masing-masing satu dosis saat usia 11 tahun dan satu dosis lagi di usia 12 tahun. Skema ini sedikit berbeda dengan vaksinasi HPV untuk dewasa, yang memiliki jadwal dan dosis berbeda.
Berdasarkan data Dinkes Tulungagung, di tahun 2024 lalu jumlah anak yang telah menerima vaksin HPV dosis pertama sebanyak 7.198 atau sekitar 99,04 persen dari total target. Di mana target sasaran vaksinasi dosis pertama di daerah ini adalah 7.268 anak perempuan.
Sisanya yang belum menerima vaksin umumnya telah berpindah tempat tinggal. Meski begitu karena ini program nasional, anak-anak yang pindah domisili seharusnya tetap akan mendapatkan layanan vaksinasi di daerah tujuan.
"Anak-anak yang di 2024 dosis satu nanti Agustus 2025 ini akan mendapat vaksinasi dosis dua, sedangkan anak yang tahun ini usia 11 tahun akan mendapat vaksin dosis satu," tutur Desi.
Program vaksinasi HPV untuk anak perempuan ini baru mulai dilaksanakan secara serentak sejak tahun 2024 hingga 2025. Oleh karena itu, program ini masih tergolong baru dan terus disosialisasikan ke masyarakat.
Sementara itu, bagi perempuan dewasa yang ingin mendapatkan vaksin HPV, pelaksanaannya bersifat mandiri dan harus dilakukan secara berbayar.
Hingga kini belum ada informasi yang pasti mengenai jumlah ideal dosis vaksin HPV yang diperlukan untuk pencegahan maksimal terhadap kanker serviks.
Hal ini karena penyebaran penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan, serta tingkat kekebalan tubuh seseorang. Oleh karena itu, selain vaksinasi, penting juga menjaga kesehatan secara menyeluruh. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

