Usai Mandek Imbas Longsor, AKDP Mojokerto-Batu Kembali Beroperasi Menjelang Nataru
Kendati jalur telah dibuka, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama mengingat topografi wilayah Cangar yang rawan bencana saat musim penghujan. Dishub Jatim memberlakukan sistem buka-tutup jalur secara situasional.
MOJOKERTO, SJP — Layanan transportasi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) rute Mojokerto-Batu via Cangar, resmi kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat bencana tanah longsor.
Pembukaan kembali jalur ini menjadi angin segar bagi mobilisasi masyarakat, khususnya dalam menyambut lonjakan wisatawan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Operasional angkutan umum ini sebelumnya lumpuh total menyusul material longsor yang menutup kawasan Sendi, Kecamatan Pacet, pada Senin (14/11/2025) lalu.
Setelah dinyatakan aman, armada bus mulai kembali mengaspal untuk melayani rute alternatif tersebut.
Kasi Dalops UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Mojokerto Dinas Perhubungan Jawa Timur, Akhmad Yazid, mengonfirmasi bahwa layanan telah aktif sejak akhir pekan lalu.
"Operasional sudah kembali normal sejak Sabtu (20/12/2025). Saat ini tersedia tiga armada utama dan satu armada cadangan. Dua unit di antaranya beroperasi rutin sesuai jadwal. Kami pastikan tidak ada perubahan tarif maupun jam operasional," ujar Yazid saat dikonfirmasi pada Senin (22/12/2025).
Dishub Jatim menegaskan, meski memasuki periode peak season Nataru, tarif angkutan tetap stabil guna menjamin keterjangkauan bagi masyarakat.
Transportasi yang diresmikan sejak Januari 2024 ini menjadi primadona karena memangkas waktu tempuh antar dua daerah wisata tersebut.
"Titik keberangkatan, Terminal Kertajaya (Mojokerto) dan Terminal Kota Batu, jam operasionalnya Pukul 06.00 hingga 16.00 WIB setiap hari. Tersedia setiap satu jam sekali. Waktu tempuh sekitar 2 jam untuk jarak 57 kilometer (sekali jalan) dan untuk lintasan rute seperti biasa yakni Terminal Kertajaya - Pacing - Dlanggu - Kutorejo - Bundaran Pacet - Cangar - Bumiaji - Terminal Batu," urainya.
Kendati jalur telah dibuka, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama mengingat topografi wilayah Cangar yang rawan bencana saat musim penghujan. Dishub Jatim tetap memberlakukan sistem buka-tutup jalur secara situasional.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap memperbarui informasi mengenai kondisi jalur sebelum melakukan perjalanan, mengingat potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di akhir tahun.
"Kami terus memantau perkembangan cuaca. Jika terjadi hujan deras atau kondisi yang membahayakan, jalur Pacet-Cangar akan ditutup sewaktu-waktu demi keamanan penumpang dan awak armada," pungkas Yazid. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

