Usai Cuti Kampanye, Bupati Lamongan Langsung Ikuti Rakor Persiapan Musim Tanam dan Pencegahan Banjir
Memasuki musim 2024 persiapan Pemkab Lamongan adalah koordinasi terkait menyiapkan musim tanam I dan pencegahan banjir .
LAMONGAN, SJP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan musim tanam I dan pencegahan banjir. Rakor itu dilaksanakan di ruang rapat kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Lamongan, Senin (26/11/2024).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, persiapan ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Baik masyarakat yang akan melakukan kegiatan pertanian, maupun untuk mencegah terjadinya banjir di kawasan permukiman dan lahan pertanian.
"Masuk musim penghujan, tentu persiapan Pemkab Lamongan adalah koordinasi terkait menyiapkan musim tanam I dan pencegahan banjir," ucap bupati yang kembali bertugas setelah cuti karena melaksanakan kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pria yang akrab dipanggil Pak Yes itu menjelaskan, selain membangun infrastruktur juga diperlukan pemeliharaan dan pemberdayaan masyarakat. Karena saat ini sudah mengalami perubahan dalam tata ruang dan pola perilaku masyarakat.
Melalui Dinas PUSDA Kabupaten Lamongan, saluran pembuangan air terus dilakukan normalisasi. Hal itu bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi saluran air dan mencegah terjadinya banjir di kabupaten berjuluk Kota Soto itu.
Normalisasi dilakukan menggunakan cara manual hingga teknik. Salah satunya melalui program inovasi Gerakan Bersih Lumpur Saluran Dalam Kota (Gempur Saloka). Pada tahun 2024, program inovasi Gempur Saloka sudah dimulai sejak bulan Juli lalu.
Tahun ini, ada tiga titik yang difokuskan sebagai lokasi pelaksanaan Gempur Saloka. Di antaranya yaitu kawasan Paciran-Brondong, Lamongan, dan Babat. Sedangkan untuk normalisasi saluran desa, terdapat 75 kegiatan normalisasi. Hal itu untuk mendukung irigasi dan drainase.
Kegiatan normalisasi itu berhasil mencapai progres realisasi 90 persen dari total normalisasi yang direncanakan.
"Fokus kami adalah sedia payung sebelum hujan. Jadi kegiatan normalisasi sudah kami mulai sejak bulan Juli lalu dan masih terus berlangsung hingga sekarang," jelas Kepala Dinas PUSDA Kabupaten Lamongan, Gunadi, Senin (25/11/2024).
Dinas PUSDA menjalin kerja sama dengan Dinas Perkim dan Cipta Karya Kabupaten Lamongan. Sesuai dengan kewenangannya, Dinas Perkim dan Cipta Karya menangani saluran air tertutup dalam kota. Dinas PUSDA menangani saluran pembuangan terbuka di wilayah kota.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat utara, Dinas PUSDA Kabupaten Lamongan sudah membuka pintu Sluis Kuro.
"Dalam hal membantu kebutuhan air untuk melakukan musim tanam I tahun 2025, kami sudah membuka Pintu Kuro. Sekarang kondisi sungai-sungai primer di Bengawan Jero hampir 80 persen sudah terisi semua. Tinggal dibagikan ke petak-petak yang kecil," kata Gunadi.
Dalam sektor pertanian, di Kabupaten Lamongan terdapat sawah yang berada di hantaran Sungai Bengawan Solo, tadah hujan dan irigasi. Kebutuhan air untuk musim tanam I tahun 2025 sangat diperlukan. Utamanya pada wilayah selatan. Karena di wilayah selatan ini ketersediaan air hanya bertumpu pada waduk atau embung dan air hujan.
Sehingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan sejak tahun 2024 mencari beberapa titik yang ada sumber airnya. Lalu ada program sumur pantek. Sumur yang berfungsi sebagai cadangan air di area persawahan agar lahan pertanian tidak mengering saat musim kemarau.
Pada tahun 2024, di Kabupaten Lamongan terdapat 35 titik sumur pantek. Semuanya tersebar di wilayah Sukorame, Tikung, dan lainnya.
Dijelaskannya, Kabupaten Lamongan terbagi menjadi dua belahan. Yakni utara dan selatan. Wilayah selatan dialiri air dari Sungai Bengawan Solo. Sehingga pasokan air terbilang aman. Petani di wilayah selatan telah memulai masa tanam sejak bulan Oktober 2024.
Sedangkan wilayah selatan adalah wilayah tadah hujan. Tentu ketersediaan air kurang. Namun DKPP bersama Dinas PUSDA terus berupaya menjaga ketersediaan air. Sehingga masyarakat bisa memulai masa tanam dan berhasil sampai panen nanti.
“Mulai bulan Oktober hingga November 2024 ini, sudah ada 11.154 hektare luas tanam padi dan 15.165 hektare luas tanam jagung. Adapun target luas tanam padi di Kabupaten Lamongan pada musim tanam I tahun 2025 adalah 88 ribu hektare,” ungkap Kepala DKPP Kabupaten Lamongan Mohammad Wahyudi. (***)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

