UKW PWI Malang Raya Angkatan 59 Berakhir, Kompetensi Wartawan Ditegaskan Bukan Formalitas
Dari seluruh peserta angkatan ke-59 yang berjumlah 34 wartawan, sebanyak 30 wartawan dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama dinyatakan kompeten. Sementara 4 lainnya harus mengulang.
KOTA MALANG, SJP — Gelaran Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya Angkatan ke-59 resmi ditutup di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Kota Malang, Minggu (30/11/2025).
Penutupan berlangsung dalam suasana evaluatif, dengan penegasan bahwa proses UKW dijalankan secara ketat dan profesional, jauh dari sekadar formalitas.
Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menegaskan bahwa kompetensi menjadi standar wajib yang harus dipenuhi oleh insan pers untuk menjaga martabat profesi.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara media yang terverifikasi dan wartawan yang berkompeten di tengah tingginya tuntutan publik terhadap informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Ini adalah tuntutan Dewan Pers. Wartawan wajib kompeten, medianya juga harus terverifikasi. Kita bersinggungan dengan semua lapisan masyarakat, jadi profesionalisme tak bisa ditawar," ucap Cahyono.
Ia menjelaskan bahwa UKW Angkatan ke-59 merupakan penyelenggaraan ke-11 oleh PWI Malang Raya. Meskipun ratusan wartawan telah dinyatakan kompeten pada pelaksanaan sebelumnya, ia menekankan bahwa proses seleksi UKW tidak mengizinkan kelulusan instan.
Dari seluruh peserta angkatan ke-59 yang berjumlah 34 wartawan, sebanyak 30 wartawan dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama dinyatakan kompeten. Sementara 4 lainnya harus mengulang.
Namun, tidak semua peserta berhasil memenuhi standar. Mereka yang belum kompeten diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang enam bulan setelah pelaksanaan ini.
"Ada proses yang harus dipenuhi, dan tidak ada yang instan dalam profesi wartawan," tegasnya.
Soeparijono, salah satu peserta jenjang Muda yang dinyatakan lulus, menyatakan apresiasinya. Ia menilai UKW adalah sarana penting untuk mengevaluasi kualitas diri.
"Ujian ini penting bagi kami. Semoga setelah ini teman-teman makin bertanggung jawab dalam menjalankan tugas," ujarnya.
Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Eko Pamuji, mengapresiasi mentalitas para peserta yang bersedia diuji secara terbuka. Ia menilai keberanian mengikuti UKW adalah nilai penting dalam menjaga marwah profesi.
"Yang membuat kalian keren adalah keberanian ikut UKW. Banyak yang menghindar. Kalau sudah lulus, berarti memang layak (kompeten)," kata Eko.
Senada dengan hal itu, Koordinator Penguji UKW Angkatan ke-59, Djoko Tetuko, mengingatkan para jurnalis tentang tanggung jawab moral yang besar. Ia menekankan bahwa kejujuran dan integritas harus menjadi pijakan utama tugas jurnalistik.
"Wartawan itu hidupnya untuk kebenaran. Berat tanggung jawabnya, dan setiap karya akan dimintai pertanggungjawaban," tutupnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

