Truk Tangki Diduga Muatan Solar Terguling di JLS Tulungagung, Sopir Menghilang dan Nopol Tidak Sesuai
Usai insiden, sopir truk tidak ditemukan di lokasi dan hingga Jumat sore keberadaannya masih misterius.
TULUNGAGUNG, SJP - Sebuah truk tangki tanpa identitas perusahaan yang diduga mengangkut solar mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung-Trenggalek, Jumat (28/11/2025) pagi. Usai insiden, sopir truk tidak ditemukan di lokasi dan hingga Jumat sore keberadaannya masih misterius.
Kecelakaan terjadi di kawasan Desa Besuki, Kecamatan Besuki, tepat di jalur menuju daerah pesisir selatan.
Warga yang melintas pertama kali melihat truk dalam posisi terbalik dan melapor ke pihak kepolisian. Saat petugas datang, truk sudah tergelincir masuk ke parit dalam kondisi ringsek, sementara pengemudinya tidak ada di tempat.
Pasca kejadian tersebut, pada Jumat sore polisi melakukan pemeriksaan kendaraan dan menemukan kejanggalan. Di antaranya, warna kendaraan tidak sesuai dengan STNK yang ditemukan di dalam kabin truk, serta nomor polisi yang diduga palsu.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, menjelaskan, kecelakaan terjadi sekira pukul 05.30 pagi. Truk melaju dari pertigaan JLS menuju arah pantai, namun tidak kuat menanjak.
“Pada saat tanjakan, mobil tersebut kurang tenaga atau kurang power untuk naik ke atas sehingga akhirnya mundur dan masuk ke dalam parit. Mobil tersebut tergelincir dan terbalik,” jelas Taufik.
Ketika Unit Gakkum Satlantas tiba dan melakukan olah tempat kejadian, sopir truk sudah tidak berada di lokasi.
“Pada saat kami olah TKP, sopirnya sudah tidak ada. Kami hanya menemukan mobil dalam posisi terbalik,” tegasnya.
Evakuasi kendaraan dilakukan sekira pukul 10.00 WIB dan truk kini diamankan di gudang BB Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung.
Pemeriksaan awal mengungkap ketidaksesuaian data kendaraan. Nomor polisi yang terpasang di truk adalah AG 9462 UT, namun setelah dicek dengan STNK dan nomor rangka, serta nomor mesin, nomor asli kendaraan adalah AG 9642 UT.
“Nopol yang tertera tidak sesuai dengan STNK. Bahkan warna kendaraan di STNK tercatat hijau tetapi kenyataannya biru. Untuk nopol AG 9462 UT status pajaknya mati sejak 2018, sementara nopol asli masih aktif sampai 2029,” ungkap Taufik.
Polisi juga memastikan bahwa pemilik kendaraan telah diketahui, namun belum bisa dimintai keterangan karena sopirnya masih belum ditemukan.
“Pemilik kendaraan sesuai data sudah kami ketahui. Tapi saat ini kami fokus mencari sopir dahulu karena pengendara inilah yang membawa kendaraan tersebut,” tambahnya.
Upaya pencarian dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan sekitar lokasi kejadian setelah muncul informasi bahwa sopir sempat terlihat terluka dan dibawa ke puskesmas. Namun hasilnya nihil.
“Kami sudah cek tiga puskesmas dan dua rumah sakit, termasuk RSUD dr. Iskak. Tidak ada yang merawat pasien kecelakaan sesuai ciri-cirinya,” kata Taufik.
Kecurigaan bertambah karena truk tangki tersebut tidak memiliki identitas perusahaan layaknya truk resmi pengangkut BBM. Tumpahan yang keluar dari tangki juga menunjukkan warna pekat menyerupai solar subsidi.
“Kalau untuk muatannya memang kami lihat tadi solar, sekitar 6.000 liter. Untuk legalitas dan asal-usulnya, nanti Satreskrim dan Dinas Perindag yang akan mendalami lebih lanjut,” ujarnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

