TNI–Polri Tingkatkan Patroli di Kabupaten Malang, Antisipasi Aksi Anarkis dan Penjarahan

Patroli gabungan TNI–Polri tingkatkan pengamanan malam hari di perkantoran, fasilitas publik, dan jalur rawan untuk menjaga kondusifitas dan rasa aman masyarakat Malang.

02 Sep 2025 - 19:41
TNI–Polri Tingkatkan Patroli di Kabupaten Malang, Antisipasi Aksi Anarkis dan Penjarahan
Komandan Kodim 0818 Malang–Batu, Letkol Inf Danu Prasetyo, saat dikonfirmasi terkait pengamanan personil di titik rawan Malang (Foto : Hafid/SJP)

MALANG,SJP – Polres Malang bersama Kodim 0818 Malang–Batu meningkatkan patroli bahkan hingga malam hari di sejumlah titik strategis Kabupaten Malang. Patroli ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyatakan bahwa patroli gabungan ini sebagai bentuk nyata sinergitas TNI–Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas. 

“Pasca maraknya demonstrasi dengan aksi anarkis, kami bersama Kodim 0818 memperkuat patroli. Tujuannya mencegah gangguan Kamtibmas dan memastikan masyarakat merasa aman,” ujar Bambang, Selasa (2/9/2025).

Ia menambahkan, patroli tidak hanya menyasar pusat keramaian, tetapi juga jalur-jalur rawan yang berpotensi dimanfaatkan untuk tindak pelanggaran hukum. 

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan,” tandasnya.

Terpisah, Komandan Kodim 0818 Malang–Batu, Letkol Inf Danu Prasetyo, menegaskan pihaknya menambah intensitas patroli sesuai perkembangan situasi. 

“Untuk kondisi akhir-akhir ini kita lakukan peningkatan patroli karena melihat situasi saat ini. Bersama Polri, setiap satu jam sekali kita laksanakan patroli di wilayah rawan penonjolan,” ujar Danu.

Menurutnya, patroli juga difokuskan di malam hari karena pola gangguan kerap terjadi pada waktu tersebut. Beberapa peristiwa sebelumnya, seperti di Kebun Agung dan Kacuk, berlangsung malam hari sehingga aparat kini lebih intensif beroperasi di jam rawan.

“Yang kita prioritaskan adalah perkantoran pemerintah mulai DPRD, Pendopo, hingga instansi yang berkaitan langsung dengan masyarakat seperti bank atau gudang Bulog. Kami tidak ingin ada potensi kerusuhan atau penjarahan yang mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Setiap malam, Kodim 0818 menurunkan sekitar 30 personel untuk patroli keliling, ditambah 10 personel yang disiagakan di titik-titik rawan.

Lokasi yang dijaga antara lain kediaman bupati, Pendopo Agung, Sub Pendopo Panji, kantor Pemda, dan kantor DPRD Kabupaten Malang.

Danu menekankan, patroli ini bukan sekadar pengamanan fasilitas penting, tetapi juga langkah preventif. 

“Sejauh ini situasi aman dan kondusif, karena selain patroli kami juga sosialisasi agar masyarakat tidak ikut-ikutan dalam kegiatan anarkis,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow