TNI Gelar Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami di Pantai Sidem dan Popoh Tulungagung
Selain untuk meningkatkan kemampuan teknis, latihan ini juga memperkuat koordinasi lintas lembaga agar mampu bertindak cepat, efektif, dan terpadu dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
TULUNGAGUNG, SJP - Seratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Dishub, Tagana, Damkar, dan PMI menggelar latihan lapangan penanggulangan bencana alam di kawasan pesisir selatan Teluk Popoh, Kabupaten Tulungagung, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 12 hingga 17 Oktober 2025 ini, merupakan bagian dari program komando latihan lapangan yang diselenggarakan Korem 081/Dhirotsaha Jaya bersama jajaran Kodim Tulungagung.
Latihan gabungan tersebut mengusung skenario bencana gempa bumi dan tsunami dengan ketinggian air mencapai 10 meter yang melanda wilayah Teluk Popoh dan Pantai Sidem.
Dalam skenario tersebut, sekitar 90 persen wilayah terdampak, sehingga membutuhkan penanganan cepat dari berbagai unsur terkait.
Kegiatan simulasi pada hari ketiga ini sempat molor dan baru dimulai sekira pukul 13.30 WIB. Simulasi diawali dengan proses penyisiran di sekitar muara Sungai Niyama yang menjadi titik awal pencarian korban.
Dalam skenario penanganan tanggap darurat, tim SAR gabungan menemukan seorang korban luka patah kaki yang berhasil dievakuasi ke titik aman.
Penyisiran kemudian dilanjut di sepanjang Pantai Sidem, dimana tim SAR menemukan satu korban meninggal dunia yang segera dievakuasi ke pemukiman lalu diangkut menggunakan ambulans.
Rencananya simulasi pencarian di laut menggunakan perahu karet juga akan dilakukan di perairan pantai Sidem. Namun karena kondisi ombak tinggi, proses evakuasi dialihkan ke Pelabuhan Popoh yang memiliki perairan lebih tenang. Dari hasil penyisiran di laut, dua korban ditemukan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke darat.
Latihan hari ketiga diakhiri dengan simulasi evakuasi warga yang tertimpa reruntuhan rumah, membersihkan puing-puing bangunan, hingga melaksanakan renovasi ringan sebagai bagian dari tahap pemulihan.
Kapenrem 081/Dhirotsaha Jaya, Mayor Inf Ismail, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya operasi militer selain perang, berupa perbantuan TNI dalam penanggulangan bencana di daerah.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan personel dan perlengkapan dari berbagai instansi dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan seperti pesisir selatan Tulungagung," ujarnya.
Selain untuk meningkatkan kemampuan teknis, latihan ini juga memperkuat koordinasi lintas lembaga agar mampu bertindak cepat, efektif, dan terpadu dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

