Karnaval HUT RI di Surabaya, Santri Tampil dengan Busana Horor hingga Daur Ulang

Karnaval HUT ke-80 RI di Surabaya diramaikan ribuan santri MIN 3 yang tampil dengan busana horor dan kreasi daur ulang sampah plastik. Kreatif sekaligus edukatif, karnaval ini memadukan hiburan dengan pesan nasionalisme.

17 Aug 2025 - 23:03
Karnaval HUT RI di Surabaya, Santri Tampil dengan Busana Horor hingga Daur Ulang
Ribuan santri MIN 3 Surabaya meriahkan HUT ke-80 RI dengan karnaval busana horor hingga busana daur ulang sampah bertema merah putih, Minggu 17 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Agung Darma)

SURABAYA, SJP – Jalanan sekitar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Surabaya mendadak penuh warna dan hiruk pikuk, Sabtu (17/8/2025). Ribuan santri turun ke jalan, merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan cara tak biasa: mengenakan kostum horor dan busana unik dari sampah plastik.

Pemandangan ini langsung menyedot perhatian warga. Santri-santri itu berparade mengelilingi jalan raya dan perkampungan, membuat suasana agustusan terasa berbeda dari biasanya.

Sekitar 1.000 santri, mulai dari kelas 7 hingga kelas 9, menampilkan kreasi busana yang bikin warga tersenyum sekaligus merinding. Ada yang tampil sebagai kuntilanak dengan rambut panjang terurai, ada pula yang memakai topeng seram ala genderuwo. Di sisi lain, tak sedikit yang melenggang gagah dengan busana merah putih berbahan plastik bekas, dirancang khusus untuk momentum kemerdekaan.

“Aspek temanya busana kemerdekaan. Ada yang mengenakan busana daur ulang dari bahan plastik bekas dengan konsep merah putih. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa nasionalisme para peserta,” jelas Kepala MIN 3 Surabaya, Asmiati.

Salah satu peserta karnaval, Keyla Anabella, tampak percaya diri melangkah dengan gaun plastik buatannya. “Ini busana kreasi sendiri dari plastik bekas. Kami membuatnya bersama teman-teman selama dua minggu,” ucapnya dengan senyum bangga.

Karnaval kreatif ini bukan sekadar hiburan tahunan. Ia sekaligus menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan bisa diwujudkan lewat kreativitas. Dari tangan-tangan santri, limbah plastik yang biasanya terbuang percuma disulap jadi karya penuh makna. Horor, unik, dan nasionalis—semua berpadu dalam satu parade merah putih di Surabaya. (**)

Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow