RSUD dr. Iskak Jadi Penyumbang Terbesar PAD Tulungagung, Capai Rp 238,8 Miliar
Secara persentase saat ini sudah terealisasi 64,68 persen dari target sebesar Rp 369 miliar.
TULUNGAGUNG, SJP - Kontribusi sektor kesehatan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan capaian signifikan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Tulungagung masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan daerah dengan target tahun 2025 mencapai Rp369,2 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung, Sukowinarno, menyebut pertanggal 9 September 2025 ini, realisasi PAD dari RSUD Dr. Iskak sudah menyentuh angka Rp238,8 miliar.
“Secara persentase sudah 64,68 persen dari target tahun berjalan,” ungkapnya, Selasa (9/9/2025).
Menurut Sukowinarno, target PAD RSUD Dr. Iskak tahun ini tidak jauh berbeda dengan proyeksi sebelum maupun sesudah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), dan terdapat penambahan sebesar Rp14 juta.
Jika dibandingkan tahun 2024, target tersebut juga naik cukup signifikan dari Rp 362 miliar menjadi Rp 369,2 miliar.
“Ada kenaikan sekitar Rp 7 miliar,” ujarnya.
Sementara itu, capaian berbeda terlihat di RSUD dr. Karneni Campurdarat. Rumah sakit tipe C tersebut memiliki target PAD tahun 2025 sebesar Rp34,6 miliar. Hingga awal September ini, realisasinya baru Rp20,9 miliar atau sekitar 60,51 persen.
“Jika dibandingkan tahun lalu, target PAD RSUD Dr. Karneni naik Rp2 miliar dari Rp32 miliar menjadi Rp34 miliar lebih,” terang Sukowinarno.
Perbedaan capaian antara dua rumah sakit daerah ini dinilai wajar. Pasalnya, RSUD dr. Iskak telah berstatus sebagai rumah sakit tipe A dengan pelayanan dan fasilitas yang lebih lengkap. Sementara RSUD dr. Karneni Campurdarat masih berada di tipe C.
“Status rumah sakit inilah yang menjadi pembeda target PAD di dua RSUD tersebut,” pungkas Kepala Bapenda Tulungagung. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

