Kisah Pak Nukan dan Uluran Tangan Pascakebakaran Rumah di Kota Mojokerto
Bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, bantuan bukan sekadar angka. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto, pemerintah kota menyalurkan bantuan senilai Rp15 juta.
KOTA MOJOKERTO, SJP – Musibah kebakaran pada dini hari, 4 Juni lalu, sempat merenggut kenyamanan hidup yang dibangun oleh Nukan dan keluarganya.
Rumah mereka di Jalan Argopuro Gang I Nomor 9, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, hangus dilalap api. Namun, di tengah puing-puing sisa kebakaran, harapan baru kini tumbuh.
Pada Senin (29/6/2026), suasana haru dan lega menyelimuti kediaman keluarga Nukan. Kehadiran Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang datang langsung untuk membesuk dan menyerahkan bantuan, menjadi pelipur lara yang sangat berarti bagi mereka.
Bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, bantuan bukan sekadar angka. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto, pemerintah kota menyalurkan bantuan senilai Rp15 juta.
Bantuan ini tidak diserahkan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan dalam bentuk barang-barang pengisi rumah yang bisa langsung mereka gunakan untuk menata hidup baru.
Mulai dari kasur yang nyaman, dipan, lemari plastik, lemari kayu dua pintu, hingga satu set meja dan kursi kayu untuk menyambut tamu.
Kompor dua tungku, tabung LPG 3 kg, magic com, serta peralatan makan dan memasak agar keluarga bisa kembali menikmati masakan rumah.
Tak luput juga paket sembako serta pakaian layak untuk keperluan sehari-hari.
Di tengah perbincangan hangat dengan keluarga korban, Wali Kota Ika Puspitasari menyampaikan pesan mendalam.
Baginya, pemerintah harus menjadi pihak pertama yang merangkul warga saat mereka terjatuh.
"Pemerintah hadir bukan hanya ketika menjalankan program pembangunan, tetapi juga saat masyarakat mengalami kesulitan. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit membantu meringankan beban," tutur wali kota yang karib disapa Ning Ita tersebut.
Pemulihan rumah Pak Nukan kini tidak digarap sendirian. Semangat gotong royong langsung menyala di Kelurahan Wates.
Pemerintah Kota bersama Gerakan Bangkit Wates Peduli (Gerbang Wali), sebuah wadah swadaya masyarakat setempat bahu-bahu membahu merencanakan perbaikan rumah agar layak huni kembali.
Rasa syukur yang mendalam tidak bisa disembunyikan oleh Yuda, anak dari Nukan. Matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan yang begitu detail memikirkan kebutuhan keluarganya dari hulu ke hilir.
Bagi Yuda dan Nukan, bantuan ini bukan hanya soal materi. Ini adalah bukti nyata bahwa di saat tersulit pun, mereka tidak pernah berjalan sendirian.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak mewakili keluarga. Kami mendapat perhatian yang sangat besar dari Pemerintah Kota Mojokerto, terutama dari Ibu Wali Kota," ungkap Yuda. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

