Ribuan Massa di Tulungagung Gelar Aksi Damai Dukung Keberlanjutan Program MBG

Peserta aksi menilai program MBG tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok, hingga tenaga pendukung lainnya.

30 Jun 2026 - 17:46
Ribuan Massa di Tulungagung Gelar Aksi Damai Dukung Keberlanjutan Program MBG
Aksi damai dukung program MBG di depan Kantor Pemkab Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Ribuan massa yang terdiri dari relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, peternak, pemasok bahan pangan, hingga mitra yayasan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Tulungagung, Selasa (30/6/2026) siang. Mereka menyuarakan dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan sekaligus meminta adanya perbaikan tata kelola pelaksanaan program.

Massa membawa berbagai poster berisi dukungan terhadap keberlanjutan MBG. Sejumlah tulisan yang dibawa peserta di antaranya bertuliskan “Kami banyak belajar dari MBG. Makanan sehat, kebersihan, kesehatan, kerja keras, empati dan kepedulian” serta “MBG Penggerak Ekonomi”.

Dalam orasinya, peserta aksi menilai program MBG tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok, hingga tenaga pendukung lainnya.

Koordinator Forum Komunikasi Mitra SPPG, Rifqi Firmansyah, mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program nasional sekaligus dorongan agar pemerintah melakukan penyempurnaan sistem pelaksanaan.

“Untuk kegiatan hari ini teman-teman baik mitra, relawan, supplier, petani, peternak itu mendukung program MBG tetap berjalan seperti sediakala. Untuk masalah perbaikan-perbaikan kami semua siap memperbaiki, baik dari tata kelolanya maupun secara administrasi,” ujar Rifqi.

Menurutnya, penghentian sementara operasional SPPG selama sekitar tiga minggu telah menimbulkan dampak ekonomi cukup besar, terutama bagi sektor peternakan dan pemasok bahan pangan.

Rifqi menjelaskan selama periode tersebut harga sejumlah komoditas mengalami penurunan drastis akibat menurunnya serapan pasar. Salah satu yang paling terasa adalah harga ayam hidup yang turun signifikan.

“Biasanya harga ayam hidup sekitar Rp22 ribu sampai Rp23 ribu per kilogram. Sekarang bisa tembus sampai Rp15 ribu per kilogram karena terjadi over supply. Telur juga belum mendapatkan harga yang baik,” katanya.

Selain berdampak pada harga komoditas, penghentian sementara program juga disebut memengaruhi pendapatan para mitra pelaksana. Rifqi menyebut selama program berjalan, setiap mitra memperoleh insentif operasional harian yang menopang aktivitas usaha mereka.

“Kalau selama tutup, biasanya kami mendapat sekitar Rp6 juta per hari. Kalau dihitung selama tiga minggu, kurang lebih setiap mitra mengalami kerugian sampai Rp100 juta,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap mendukung pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program. Ia berharap kebijakan yang diterapkan ke depan dapat lebih terbuka dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Kami tetap mendukung pemerintah pusat dan BGN memperbaiki tata kelolanya supaya semakin baik. Tapi kami juga berharap ketika ada kebijakan baru bisa lebih fair bagi semua pihak,” tambahnya.

Rifqi juga menilai keberadaan MBG telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar di Tulungagung. Menurut perhitungannya, perputaran ekonomi dari program tersebut mampu menciptakan aktivitas ekonomi hingga ratusan miliar rupiah setiap bulan.

“Bagi kami program MBG ini sangat luar biasa karena bisa memutarkan uang yang sebelumnya tidak ada. Contohnya di Kabupaten Tulungagung ada sekitar Rp120 miliar setiap bulan yang masuk dan berputar di desa-desa,” ujarnya.

Massa aksi kemudian ditemui langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap program nasional tersebut dan berjanji menampung seluruh aspirasi yang disampaikan.

Ahmad Baharudin mengatakan program MBG merupakan agenda nasional yang perlu dikawal bersama agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan pemerintah.

“MBG adalah program nasional dan program Bapak Presiden Indonesia. Program ini harus kita kawal dan harus kita sukseskan,” katanya.

Ia mengakui sebagai program baru, pelaksanaan MBG masih memerlukan penyesuaian dan evaluasi agar tata kelola serta pelaksanaannya semakin baik.

“Kalau masih ada permasalahan tentu itu ada karena ini program baru. Kita harus menyesuaikan dan terus melakukan perbaikan aturan-aturan pelaksanaan dengan tetap memperhatikan SOP dari BGN,” jelasnya.

Ahmad memastikan aspirasi yang diterima dari massa aksi akan diteruskan kepada pemerintah di tingkat berikutnya sebagai bahan evaluasi.

“Aspirasi yang disampaikan hari ini saya tampung dan nanti akan saya sampaikan ke tingkat berikutnya. Kita tetap mendukung program ini, tetapi pelaksanaannya harus maksimal dan sesuai aturan agar benar-benar mencapai tujuan yang diharapkan pemerintah pusat,” tandasnya.

Usai menyampaikan aspirasi dan berdialog dengan Plt Bupati Tulungagung, ribuan peserta aksi membubarkan diri secara tertib. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow