“Tidak Fair!” Penonton Keluhkan Harga Tiket Konser di Jombang yang Tiba-Tiba Murah

Keluhan PKL dan Penonton menjadi gambaran tidak terbangunnya sinergi antara penyelenggara kegiatan dengan lingkungan sekitar.

20 Jul 2025 - 16:40
“Tidak Fair!” Penonton Keluhkan Harga Tiket Konser di Jombang yang Tiba-Tiba Murah
Kegiatan Konser di Stadion Merdeka Jombang yang mendapat sorotan penonton. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Keluhan terhadap pelaksanaan Dialog Cinta Festival Vol. 3 di Stadion Merdeka Jombang terus bergulir. Setelah para pedagang kaki lima (PKL) menyuarakan keberatan atas larangan berjualan selama konser berlangsung, kini giliran penonton yang menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan harga tiket yang dinilai tidak adil.

Konser musik yang digelar selama dua hari, Sabtu (19/7/2025) hingga Minggu (20/7/2025), rencananya menghadirkan musisi papan atas nasional, seperti Dewa 19, Vierratale, hingga Hadad Alwi. Penjualan tiket telah dibuka sejak 22–23 Maret 2025 melalui akun resmi Instagram @dialog.cinta dengan penawaran harga spesial untuk tahap early bird.

Tiket dibagi dalam tiga kategori: Festival, VIP, dan VVIP. Untuk early bird, tiket Festival dijual seharga Rp300.000, VIP Rp600.000, dan VVIP Rp1.250.000. Sementara pada tahap presale yang berlangsung 1–2 April 2025, harga masing-masing kategori naik menjadi Festival Rp350.000, VIP Rp650.000, dan VVIP Rp1.500.000.

Namun, pada hari pelaksanaan, muncul keluhan dari sejumlah penonton karena harga tiket justru diobral dengan nilai jauh lebih murah. Mereka merasa dirugikan karena telah membeli tiket dengan harga lebih tinggi jauh-jauh hari.

Salah satu pembeli berinisial A mengaku kecewa terhadap penyelenggara konser yang dianggap tidak adil dan hanya mengejar keuntungan.

“Jadi saya membeli tiket itu saat early bird presale 1 harganya Rp350 ribu. Saya beli dua, satu untuk saya dan satu lagi untuk istri saya, total harganya Rp700 ribu. Lah kok sekarang di obral besar-besaran, sekarang tiketnya harga Rp100 ribuan. Nah kalau saya beli dua tiket sekarang, saya rugi sekitar Rp450 ribu sampai Rp500 ribu,” ucapnya, Minggu (20/7/2025).

Menurut A, banyak penonton lain juga mengalami hal serupa. “Jadi banyak yang mengeluh, merasa dirugikan dengan obral tiket besar-besaran dan harganya turun mendekati hari H konser,” katanya.

Seharusnya, menurut dia, penyelenggara bisa lebih adil dalam kebijakan penjualan tiket.  Banyak pembeli tiket Early Bird dan Presale 1  merasa merugi. Mereka beranggapan lebih baik membeli tiket yang di obral mendekati hari H karena lebih murah.

“Gara-gara saya beli tiket di awal Early Bird Presale itu ketika dibandingkan dengan tiket sekarang, saya otomatis merugi sekitar Rp450 sampai Rp500 ribu. Nah ini komitmen penyelenggara bagaimana, ribet,” ungkapnya.

A juga menyoroti munculnya promosi harga tiket murah oleh beberapa selebgram yang lebih murah dari harga resmi di website penyelenggara. “Itu kan permainan yang tidak fair lah bagi saya. Penjualan tiketnya tidak fair,” bebernya.

Menanggapi hal itu, Koordinator Panitia Festival Musik Dialog Cinta, Doni Rahmat Hermansyah, menepis tudingan adanya obral harga tiket. Ia menyebut penurunan harga terjadi karena adanya subsidi sponsor. “Penyelenggara tidak membanting harga tiket, tapi tiket ada subsidi dari sponsor yang baru masuk. Dan per hari ini harga ticket naik,” ucap Doni Rahmat singkat kepada suarajatimpost.com.

Sebelumnya, penyelenggaraan konser ini juga menuai kritik dari para PKL yang biasa berjualan di sekitar Stadion Merdeka. Mereka dilarang berjualan selama dua hari acara berlangsung, yang berdampak langsung terhadap penghasilan harian mereka.

Konser yang menghadirkan sejumlah grup musik ternama seperti Dewa 19, NDX, AKA, Nidji, Vierratale, Dare, dan Hadad Alwi ini memang menarik banyak massa, namun larangan berjualan bagi PKL memicu keluhan tersendiri.

Agung (25), salah seorang PKL yang biasa membuka lapak di area stadion, mengaku merugi hingga jutaan rupiah karena tak bisa berjualan selama konser berlangsung.

“Kalau saya pribadi, dua hari tutup bisa rugi sampai satu setengah juta. Soalnya hari Sabtu dan Minggu itu rame-ramenya pas jualan,” ungkap Agung, Sabtu (19/7/2025) kemarin. (*)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow