Viral Bagi-Bagi Ayam dan Puyuh Gratis di Selopuro, Warga Sempat Mengira Hoaks
Informasi pembagian ayam dan burung puyuh gratis di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, viral di media sosial dan mengundang ratusan warga datang ke lokasi, Rabu (1/7/2026). Namun, warga sempat mengira informasi tersebut hoaks karena unggas yang dijanjikan tak kunjung dibagikan hingga menjelang siang.
BLITAR, SJP - Informasi pembagian ayam dan burung puyuh gratis di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, viral di media sosial dan mengundang ratusan warga datang ke lokasi, Rabu (1/7/2026).
Namun, warga sempat mengira informasi tersebut hoaks karena unggas yang dijanjikan tak kunjung dibagikan hingga menjelang siang.
Berdasarkan flyer yang beredar di media sosial, disebutkan akan ada pembagian ayam horn, ayam broiler, dan ribuan burung puyuh gratis kepada masyarakat. Kegiatan itu disebut sebagai bentuk aksi sosial peternak unggas yang terdampak kenaikan harga pakan dan rendahnya harga jual telur.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga mulai berdatangan ke lokasi pembagian di kawasan Dusun Krajan, Desa Jambewangi. Namun hingga pukul 10.30 WIB, pembagian unggas belum juga dimulai.
"Saya datang ke sini karena tahu informasi dari media sosial. Dari pagi warga sudah banyak yang datang, tapi tidak ada pembagian. Awalnya banyak yang mengira ini hanya prank atau hoaks," kata Reviandra, warga Desa Jambewangi, Rabu (1/7/2026).
Di lokasi, warga hanya mendapati beberapa boks berisi burung puyuh. Sementara ayam yang dijanjikan dalam informasi yang beredar tidak terlihat. Karena jumlah warga yang terus bertambah, anggota Polsek Selopuro turut datang untuk memantau situasi dan mengimbau warga agar kembali ke rumah masing-masing.
Setelah sempat menimbulkan kebingungan, pembagian burung puyuh akhirnya benar-benar dilaksanakan sekitar pukul 11.15 WIB.
Warga yang sebelumnya sempat pulang kembali mendatangi lokasi untuk mendapatkan burung puyuh gratis.
Salah satu penerima bernama Lia, mengatakan dirinya sempat datang pada pagi hari, namun memilih pulang karena unggas yang dijanjikan belum tiba.
"Tadi pagi saya sudah datang, tapi barangnya belum ada. Setelah dapat kabar puyuhnya sudah datang, saya balik lagi ke sini," katanya.
Menurut Lia, informasi awal yang diterimanya menyebutkan akan ada pembagian ayam dan burung puyuh. Namun, pada pelaksanaannya warga hanya menerima burung puyuh.
"Yang dibagikan hanya puyuh, ayamnya tidak ada. Saya dapat lima ekor burung puyuh," ujarnya.
Total ada sekitar 2.400 ekor burung puyuh dibagikan kepada masyarakat. Setiap warga mendapatkan lima ekor burung puyuh secara gratis.
Sementara itu, informasi pembagian unggas gratis tersebut disebarkan oleh Arif Fuadi, warga Desa Jambewangi. Namun saat warga berkumpul di lokasi, Arif diketahui tidak berada di rumah orang tuanya. Informasinya, Arif sedang berada di rumah istrinya di Demak, Jawa Tengah.
Lukman, teman Arif, mengaku diminta membantu pelaksanaan pembagian burung puyuh kepada masyarakat. Ia mengaku telah berada di rumah orang tua Arif sejak pukul 07.30 WIB.
"Kemarin saya dihubungi Arif untuk membantu membagikan burung puyuh gratis. Informasinya memang hanya pembagian puyuh," kata dia.
Menurut Lukman, burung puyuh yang dibagikan berasal dari peternak di Pasuruan yang mengalami kerugian sehingga harus melakukan pengurangan populasi ternak.
Ia juga sempat menghubungi Arif saat warga mulai memadati lokasi. Saat itu, Arif menyampaikan bahwa kendaraan pengangkut burung puyuh masih dalam perjalanan menuju Blitar
"Katanya sudah sampai Kesamben. Arif juga bilang pembagiannya diundur setelah dzuhur," ujarnya.
Meski sempat menimbulkan dugaan hoaks dan membuat warga kecewa karena harus menunggu berjam-jam, pembagian ribuan burung puyuh gratis itu akhirnya tetap terlaksana dan disambut antusias oleh masyarakat. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

