Ramai di Jagad Maya Soal Pelayanan Adminduk, Ini Penjelasan Kepala Dispendukcapil Nganjuk
Menanggapi bola liar dan kegaduhan di dunia maya tersebut, Kepala Dinas Dukcapil akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi dan meluruskan duduk perkara yang sebenarnya.
NGANJUK, SJP - Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan viral yang menunjukkan kekecewaan mendalam seorang warga terkait pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
Menanggapi bola liar dan kegaduhan di dunia maya tersebut, Kepala Dispendukcapil akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi dan meluruskan duduk perkara yang sebenarnya.
Dalam video yang beredar luas tersebut, tampak antrean warga yang menumpuk serta keluhan mengenai lambatnya proses penerimaan fisik KTP. Netizen pun berbondong-bondong memberikan komentar miring terkait kinerja birokrasi di instansi tersebut.
Menjawab tamparan keras dari netizen, Kepala Dispendukcapil, Gatut Sugiarto menyatakan bahwa pihaknya menerima semua kritik tersebut sebagai bahan evaluasi total, namun ia juga membeberkan realita beban kerja petugas di lapangan yang sebenarnya sangat tinggi.
"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang viral di media sosial tersebut. Kami tidak antikritik, justru ini menjadi pelecut semangat. Namun, perlu kami sampaikan bahwa setiap harinya petugas kami terus digenjot untuk mencetak ratusan keping KTP demi memenuhi permohonan warga yang luar biasa membeludak," ujar Gatut Sugiarto saat dikonfirmasi di ruang kerjanya kerjany, Rabu (1/7/3026).
Tak ingin hanya melempar alasan, Gatut Sugiarto langsung membeberkan sejumlah langkah taktis yang sedang digenjot instansinya untuk memotong birokrasi dan mempercepat pelayanan.
Beberapa terobosan yang kini tengah dikebut antara lain, penambahan kuota blangko melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan ketersediaan blangko KTP-el aman hingga akhir tahun.
Warga juga diimbau untuk memanfaatkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) guna meminimalisasi kebutuhan fisik KTP yang memicu antrean panjang. Menurutnya, petugas akan dikerahkan langsung ke tingkat kelurahan dan kecamatan secara bergilir, khususnya pada hari akhir pekan (Weekend Service).
Di akhir keterangannya, Gatut menggaransi bahwa dalam kurun waktu satu minggu ke depan, sistem akan kembali normal 100 persen dan antrean panjang tidak akan terjadi lagi.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima. Jika ada oknum petugas yang melakukan pungli atau memperlambat proses secara sengaja, segera laporkan. Saya sendiri yang akan menindak tegas," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

