Belasan Nelayan Lamongan Hilang di Perairan Sumenep

Dalam kondisi normal, KMN Entok seharusnya sudah bersandar kembali di PPN Brondong setelah 18 hari melaut. Namun, kekhawatiran pihak keluarga dan pemilik kapal memuncak setelah kapal tidak kunjung pulang dan seluruh akses komunikasi dengan awak kapal terputus total selama lebih dari 30 hari.

02 Jul 2026 - 11:57
Belasan Nelayan Lamongan Hilang di Perairan Sumenep
Kapal Motor Nelayan Entok sebelum dilaporkan hilang. (Beritasatu.com)

LAMONGAN, SJP — Sebuah Kapal Motor Nelayan (KMN) bernama KMN Entok dilaporkan hilang kontak sejak satu bulan lalu di sekitar Perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hingga Kamis (2/7/2026), kapal yang mengangkut 19 orang awak tersebut belum juga kembali ke daratan, dan keberadaannya masih misterius.

Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan kini tengah bergerak cepat dan memperluas radius pencarian dengan melibatkan berbagai instansi maritim lintas wilayah.

Peristiwa ini bermula ketika KMN Entok yang dinakhodai oleh seorang pria berinisial S bersama 19 Anak Buah Kapal (ABK) berangkat melaut dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan. 

Kapal tersebut menuju ke area tangkap ikan (fishing ground) di sekitar Perairan Pulau Kangean, Sumenep.

Secara umum, kapal nelayan jenis ini memiliki durasi operasional yang terukur. Dalam kondisi normal, KMN Entok seharusnya sudah bersandar kembali di PPN Brondong setelah 18 hari melaut. Namun, kekhawatiran pihak keluarga dan pemilik kapal memuncak setelah kapal tidak kunjung pulang dan seluruh akses komunikasi dengan awak kapal terputus total selama lebih dari 30 hari.

Melihat situasi yang tidak wajar tersebut, pemilik KMN Entok yang bernama Andik, didampingi oleh Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, berinisiatif mengambil tindakan hukum.

Keduanya mendatangi Markas Satpolairud Polres Lamongan pada Rabu (1/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB untuk membuat laporan resmi terkait hilangnya kapal beserta belasan awaknya.

Merespons laporan tersebut, Polres Lamongan langsung mengambil langkah taktis. Kasatpolairud Polres Lamongan, AKP Guntur, segera memimpin koordinasi darurat dengan sejumlah otoritas kemaritiman guna memetakan titik-titik koordinat potensial keberadaan kapal.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, mengonfirmasi bahwa kepolisian langsung bergerak sesaat setelah laporan dari pemilik kapal diterima.

"Begitu menerima laporan dari pihak pemilik kapal, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Tanjung Pakis, dan Syahbandar PPN Brondong," kata Ipda Hamzaid saat memberikan keterangan, Kamis (2/7/2026).

Ia menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antarlembaga ini sangat krusial. Hal ini dilakukan agar area penyisiran dan pemantauan di sepanjang perairan Jawa Timur bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain mengerahkan kapal patroli resmi dari kepolisian dan syahbandar, petugas juga meminta bantuan dan partisipasi aktif dari masyarakat maritim yang sedang beraktivitas di sekitar wilayah Perairan Kangean.

Pihak kepolisian mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh nelayan lokal, nakhoda kapal dagang, maupun kapal kargo yang melintasi jalur tersebut untuk ikut mengawasi situasi laut. Jika melihat tanda-tanda atau keberadaan fisik KMN Entok, mereka diminta untuk segera melapor ke pos polisi atau kantor syahbandar terdekat.

"Kami berharap dukungan dari semua pihak di laut. Semoga seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," pungkas dia.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Lamongan memastikan bahwa proses pemantauan dan pencarian akan terus dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan, sampai nasib 19 awak KMN Entok mendapatkan titik terang. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow