The Republic Institute Rilis Kepuasan Publik atas 100 Hari Kinerja Bupati se-Jatim, Bondowoso Peringkat Berapa?
Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kebijakan, program, dan langkah-langkah yang telah diambil oleh kepala daerah selama 100 hari pertama kepemimpinannya.
BONDOWOSO, SJP – Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
Dengan populasi yang besar, kekayaan sumber daya alam, dan keragaman budaya, Jawa Timur membutuhkan kepemimpinan yang kuat, visioner, dan responsif untuk mengoptimalkan potensinya.
Memasuki 100 hari pertama kepemimpinan kepala daerah di Jawa Timur, The Republic Institute merilis hasil survei evaluasi kepuasan publik terhadap kinerja 100 hari pemimpin di Jawa Timur.
The Republic Institute menyebut, 100 hari pertama kepemimpinan kepala daerah merupakan periode krusial yang sering dijadikan tolok ukur awal kinerja dan komitmen pemimpin dalam menjalankan visi, misi, dan program kerjanya.
Di Jawa Timur, kepala daerah yang baru terpilih diharapkan dapat membawa perubahan positif dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Untuk mengetahui sejauh mana kinerja kepala daerah telah memenuhi harapan publik, diperlukan survei evaluasi dan kepuasan masyarakat.
Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kebijakan, program, dan langkah-langkah yang telah diambil oleh kepala daerah selama 100 hari pertama kepemimpinannya.
Hasil survei ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan masukan untuk perbaikan kinerja lima tahun mendatang.
Tujuan Survei 100 Hari Kinerja
- Mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja kepala daerah dalam 100 hari pertama kepemimpinannya.
- Menyediakan data bagi masyarakat untuk menilai apakah kepala daerah beserta pemerintahannya sesuai dengan harapan.
- Memberikan rekomendasi yang konstruktif kepada pemerintah agar bisa melakukan perbaikan atau penyesuaian kebijakan.
Kinerja Pemerintah Daerah se Jawa Timur
The Republic Institute (TRI) merilis hasil survei kepuasan publik atas 100 hari kinerja bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota se Jawa Timur. Berikut 5 bupati di Jawa Timur yang mendapatkan kepuasan tertinggi.
Dalam rilis tersebut, peringkat tertinggi kepuasan publik dengan nilai 83,8 persen ditmpati oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama wakilnya, Dwi Rianto Jatmiko.
Di tempat kedua, yakni, Bupati Jember Muhammad Fawait yang berpasangan dengan Djoko Susanto. Kepemimpinan bupati dan wakil bupati ini mendapatkan kepuasan dari publik 82,8 persen.
Selanjutnya, Bupati Mojokerto menduduki peringkat ketiga. Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra dengan wakilnya, Muhammad Rizal Octavian, mendapat kepuasan dari publik sebesar 81,1 persen.
Di posisi keempat, ada pasangan Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo dengan M Shohib Asrori. Tingkat kepuasan publik Kabupaten Pasuruan terhadap pasangan ini mencapai 80,8 persen.
Sedangkan di posisi kelima, ada Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dan wakilnya Joko Sarwono. Tingkat kepuasan publik kepada pasangan bupati dan wakil bupati ini mencapai 80,0 persen.
Selain itu, The Republic Institute juga melampirkan tingkat kepuasan publik bagi kabupaten lainnya. dari 29 kabupaten. Posisi paling buncit diduduki oleh Kabupaten Bondowoso, di posisi nomor 28, karena saat ini Kabupaten Pamekasan masih belum memiliki bupati.
Dalam rilis tersebut, Bondowoso yang dipimpin oleh Bupati Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i mendapatkan kepuasan dari publik, hanya di angka 71,5 persen.
Penting untuk diperhatikan bahwa hasil survei 100 hari kinerja kepala daerah ini memang masih bersifat sementara.
Karena, pada umumnya, masa 100 hari adalah gambaran potensi keberhasilan awal pemerintahan daerah, disebabkan waktu yang cukup singkat untuk mengimplementasikan kebijakan besar yang akan berdampak jangka panjang.
Oleh karena itu, evaluasi jangka panjang masih diperlukan untuk memberikan penilaian yang lebih akurat terhadap kinerja pemerintahan.
Aspek Penilaian Tingkat Kepuasan Publik
- Tingkat Kepuasan Kepala Daerah dalam Mengoptimalisasi Swasembada Pangan.
- Tingkat Kepuasan Kepala Daerah dalam Pembangunan Infrastruktur.
- Tingkat Kepuasan Kepala Daerah dalam Mengembagkan Industri dan Penyerapan Tenaga Kerja.
- Tingkat Kepuasan Kepala Daerah dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Kemandirian Wirausaha berbasis Ekonomi Kerakyatan.
- Tingkat Kepuasan Kepala Daerah dalam Pembangunan Sumberdaya Manusia
- Tingkat Kepuasan Kepala Daerah dalam Pelayanan Administrasi Publik dan Kesehatan
- Tingkat Kepuasan Kepala Daerah dalam Pembangunan Desa dan Pemberantasan Kemiskinan
- Tingkat Kepuasan Kepala Daerah dalam Pengembangan Potensi Pariwisata Daerah
Profil The Republic Institute (TRI)
The Republic Institute (TRI) berdiri pada tahun 2007 dengan status sebuah perkumpulan mahasiswa doctoral dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.
Pada masa studinya Dr. Sufyanto, S.Ag., M.Si. merupakan penggagas ide untuk membentuk komunitas yang memiliki minat dalam mendalami ilmu politik dan demokrasi Indonesia.
Selain Dr. Sufy (Sapaannya), terdapat beberapa orang yang terlibat dalam perkembangannyaTRI ini, antara lain; Dr. Isa Ma’rufi (Pakar Statistik dan analisis Kualitatif), Dr. Hamdan Tri Atmojo (Pakar Sejarah Politik Indonesia, Pendidikan dan Pelatihan) dan Dr. (Cand.) Fathul Mujib (Pakar Sosiologi).
TRI memiliki beberapa aktivitas yang ditekuninya antara lain; Penelitian perilaku Memilih Masyarakat, Penelitian Analisis Kebijakan Publik dan Perubahan Sosial, Pendidikan Politik, dan Pelatihan yang Bertajuk Wawasan Kebangsaan. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : The Republic Institute
What's Your Reaction?

