Tertutup Longsoran Batu Besar, Jalur Trenggalek-Ponorogo Tutup Total

Pengguna jalan yang hendak melintas di jalur Trenggalek–Ponorogo diimbau untuk mencari jalur alternatif lain atau menunda perjalanan sampai proses evakuasi selesai dan jalur kembali dinyatakan aman.

03 Mar 2026 - 20:20
Tertutup Longsoran Batu Besar, Jalur Trenggalek-Ponorogo Tutup Total
Longsor di Km 16 jalur Trenggalek-Ponorogo. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP - Jalur utama penghubung Kabupaten Trenggalek-Ponorogo tertutup total akibat longsor bongkahan batu besar di Kilometer 16, masuk wilayah Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Selasa (3/3/2026) sore.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan, peristiwa terjadi sekira pukul 17.30 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Material tanah dan batu berukuran besar menutup seluruh badan jalan sehingga tidak dapat dilalui semua jenis kendaraan hingga Selasa malam pukul 19.50 WIB.

“Selasa, 3 Maret 2026 sekira pukul 17.30 terjadi tanah longsor di Kilometer 16. Sampai saat ini Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek dilakukan penutupan sementara,” ujar Triadi.

BPBD mengimbau masyarakat yang hendak melintas dari arah Ponorogo maupun Trenggalek untuk menggunakan jalur alternatif lainnya. Namun proses penanganan masih mempertimbangkan faktor cuaca dan potensi longsor susulan.

Menurut Triadi, alat berat akan didatangkan untuk proses evakuasi material longsor. Peralatan tersebut didatangkan dari jalur Pansela karena BPBD Trenggalek tidak memiliki breaker atau alat pemecah batu berukuran besar.

“Alat berat diupayakan datang malam ini. Kami juga mendatangkan breaker pemecah batu. Namun proses evakuasi tetap menunggu kondisi stabilitas tanah karena dikhawatirkan ada longsor susulan,” jelasnya.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebelum longsor terjadi, pengendara sudah dihentikan oleh warga.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKO Soni Suharntanto, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah terkait longsor tersebut.

Langkah yang dilakukan dintaranya pengalihan arus lalu lintas, penutupan total jalur Ponorogo-Trenggalek, serta koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi dan PPK 23 terkait kesiapan alat berat.

Polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan memutar balik kendaraan dari kedua arah. Meski terdapat jalur alternatif, tapi kondisi jalan cukup ekstrem.

"Ada jalur alternatif tapi kondisinya cukup ekstrem dan tidak kami rekomendasikan untuk kensaraan roda empat," terang Soni.

Hingga Selasa malam, proses pembersihan material longsor masih menunggu kedatangan alat berat dan kondisi cuaca yang lebih stabil. Aparat mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi sebelum melintas di jalur tersebut. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow