Tempat Produksi Tahu di Trenggalek Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Tempat produksi tahu milik warga di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, terbakar pada Minggu (20/7) tengah malam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

21 Jul 2025 - 16:18
Tempat Produksi Tahu di Trenggalek Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta
Kebakaran menimpa tempat produksi tahu milik warga di Desa Nglongsor, Trenggalek. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP—Sebuah tempat produksi tahu milik Sutrisno, di Dusun Curahmulyo, Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, dilalap api pada Ahad (20/7/2025) malam. Kebakaran diduga dipicu oleh tungku kayu yang belum sepenuhnya padam setelah digunakan memasak.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekira pukul 23.10 WIB oleh tetangga korban yang mendengar suara benda terbakar dari arah tempat produksi tahu. Saat dicek, api sudah merambat ke bagian atap bangunan.

Tak berselang lama, tetangga korban yang lain bernama Khoirul segera menghubungi layanan darurat Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meminta bantuan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Trenggalek, Habib Solehudin, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi serta respons cepat yang dilakukan petugas.

"Kami menerima laporan pada pukul 23.14 WIB. Dua menit kemudian tim langsung diberangkatkan ke lokasi. Dalam waktu 11 menit, tim sudah tiba dan segera melakukan pemadaman. Api berhasil kami jinakkan dalam waktu 30 menit," ujar Habib saat dikonfirmasi, Senin (21/7/2025).

Sebanyak dua unit mobil Damkar dan satu unit kendaraan penyuplai air dikerahkan dalam proses pemadaman. Total air yang digunakan mencapai 7 ribu liter.

Selain melibatkan 12 personel Damkar, operasi juga melibatkan unsur dari Polsek Tugu, relawan Tagana, serta warga setempat yang turut membantu upaya pemadaman.

Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 8x18 meter. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta. Namun, berkat kesigapan petugas, aset senilai Rp200 juta berhasil diselamatkan.

Lebih lanjut Habib menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kelalaian saat memadamkan tungku kayu.

"Dari hasil pengecekan di lapangan, kami menduga sumber api berasal dari tungku kayu yang belum sepenuhnya padam setelah digunakan menggoreng tahu pada pukul 21.00 WIB. Meski sudah disiram air, kemungkinan bara api masih menyala dan memicu kebakaran," terang Habib.

Dia juga mengimbau masyarakat, terutama pelaku usaha rumah tangga yang menggunakan api terbuka, agar lebih waspada dan memastikan seluruh peralatan dalam keadaan benar-benar mati sebelum ditinggalkan.

"Kami terus mengingatkan warga untuk tidak lengah. Tungku atau kompor tradisional yang tidak sepenuhnya padam bisa sangat berbahaya. Selalu periksa ulang sebelum meninggalkan dapur atau tempat produksi," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow