"Telenging Ati" Karya Seniman Didi Dyan, Bawakan Pesan Persatuan Jelang Pemilu 2024

Didi Dyan, seorang perupa asal Kota Sidoarjo yang juga membawa pesan persatuan melalui tuangan ekspresinya dalam karya lukis berjudul "Telenging Ati", yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia yakni "Kedalaman Hati"

10 Jan 2024 - 01:15
"Telenging Ati" Karya Seniman Didi Dyan, Bawakan Pesan Persatuan Jelang Pemilu 2024
Didi Dyan bersama lukisannya Telenging Ati (SJP)

Surabaya, SJP - Jelang momen Pemilu 2024, pesan untuk menjaga persatuan meski berbeda pilihan mungkin sudah sering didengar dari para petinggi dan tokoh-tokoh pemerintahan agar tahun politik bisa berlangsung dengan damai dan tentram.

Namun tidak hanya para pejabat saja, masyarakat umum juga kerap sampaikan pesan tersebut melalui ragam cara, tidak terkecuali para seniman yang bisa bawakan pesan serupa dengan tersirat melalui karya-karya yang mereka ciptakan.

Salah satunya adalah Didi Dyan, seorang perupa asal Kota Sidoarjo yang juga membawa pesan persatuan melalui tuangan ekspresinya dalam karya lukis berjudul "Telenging Ati", yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia yakni "Kedalaman Hati".

"Kesenian itu bisa menjadi media pemersatu karena sifatnya yang tidak hanya ekspresif, namun juga mendamaikan," ujar Dyan, Selasa (09/01/2024).

"Dan 'Telenging Ati' ingin menggambarkan bagaimana kedalaman hati seseorang itu sejatinya baik, namun karena proses kehidupan atau ambisi tertentu terkadang jadi berkonflik, padahal jika kita melangkah sesuai hati kecil kita maka hasilnya akan baik," imbuhnya.

Dyan menegaskan bahwa inti dari lukisannya kali ini adalah berkenaan tentang instrospeksi diri, perbaikan diri, mawas diri, memaafkan diri sendiri dan terus belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

"Telenging Ati sifatnya tegas, lugas, kuat, semangat, bersahaja, tidak mudah menyerah dan sesuai kata hati. Warna terang ditambah Komposisi warna lengkap menunjukan sisi sederhana namun penuh makna," terang Dyan.

"Sederhana tapi penuh makna adalah gambaran bahwa kita harus damai, tenang, jujur, berpikir secara logis dan tetap berpegang bahwa kebenaran diatas segalanya," tambahnya.

Tidak hanya pesan yang dibawa, namun proses pembuatan lukisan "Telengi Ati" juga menarik. Dyan mengaku dirinya mengerjakan lukisan dengan konsep minimalis abstrak modern ini dalam waktu sehari semalam dengan proses penyempurnaan selama 3 hari.

Lukisan berbahan dasar acrylic tersebut ternyata tidak menggunakan kuas cat sebagai alat lukisnya, melainkan memanfaatkan permainan telapak tangan serta jari-jari tangan kanan, lahirkan lukisan abstrak minimalis modern penuh makna untuk masyarakat Indonesia dari tangan Dyan yang juga merupakan seorang arsitek.

"Sebagai negara demokrasi, Indonesia adalah negara yang terbuka. Dengan kehadiran medsos dan kemajuan teknologi tentu masyarakat sudah sangat cerdas dalam segala hal, termasuk menghadapi realita seperti momen Pemilu," jelas anggota Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) itu.

"Jadi tetaplah menjadi baik, selalu berpikir positif, bergembira & bersuka cita dalam berorganisasi, saling menjaga, saling menghargai, tetap santun dan hormat," pesannya.

Berkaitan dengan kondisi Indonesia yang juga memasuki momen Pemilu 2024, Dyan berharap kedepannya suasana Indonesia bisa tetap satu meski berbeda-beda pilihan, seperti "Telenging Ati" yang penuh warna namun tetap damai dipandang.

"Di 'Telenging Ati' ada gambar sekilas seperti sebuah kastil dan menara, ada pangeran membawa pedang, yang tercipta dari bercampurnya berbagai macam warna," ucap Dyan.

"Seperti itulah kehidupan, ada berbagai golongan, berbagai adat dan budaya, berbagai suku bahasa, dan nanti saat pemilu pasti juga pilihannya beragam. Insyaallah, meski dengan warna berbeda-beda kita tetap menjadi satu Indonesia," pungkasnya.(*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow