Tahun 2025, Disperindag Blitar Tak Lakukan Revitalisasi Pasar Tradisional
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar tidak melakukan revitalisasi Pasar Tradisional di tahun 2025 ini.
BLITAR, SJP - Meski mayoritas kondisi pasar tradisional di Kabupaten Blitar butuh direvitalisasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) belum bisa melakukan revitalisasi pasar tradisional di tahun 2025 ini.
Pasalnya, Disperindag terkendala dengan ketersediaan anggaran dan hal ini juga merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran.
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Darmadi. Pihaknya sudah mengusulkan revitalisasi pasar tradisional kepada Pemerintah Pusat dan hingga saat ini tidak ada yang disetujui.
"Usulan kami masih ditampung. Sampai sekarang belum ada respons," ujarnya, Senin (17/3/2025).
Totalnya ada 13 pasar tradisional yang dikelola oleh Disperindag Kabupaten Blitar, meliputi Pasar Wonodadi, Pasar Kanigoro, Pasar Ngembul Binangun, Pasar Wlingi, Pasar Srengat, Pasar Kesamben, Pasar Lodoyo, Pasar Talun, Pasar Kademangan, Pasar Garum, Pasar Nglegok, Pasar Gandusari, dan Pasar Doko.
Darmadi menyebut, sejumlah pasar yang diusulan direvitalisasi meliputi Pasar Kademangan, Pasar Srengat dan Pasar Lodoyo.
"Tahun lalu, kami sudah melakukan revitalisasi Pasar Nglegok dengan alokasi anggaran Rp 3 miliar. Itu berasal dari bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp 2,7 miliar dan dari APBD Kabupaten Blitar sebesar Rp 300 juta. Untuk tahun ini belum ada," tuturnya.
Lebih lanjut Darmadi menambahkan, Disperindag sudah mengusulkan anggaran kepada Pemerintah Pusat untuk pembangunan Pasar Kesamben yang ludes terbakar pada tahun 2022 lalu. Namun, hingga kini belum ada respons dari Pemerintah Pusat dan total anggaran yang diusulkan sebesar Rp 80 miliar. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

