Sulap Dapur Menjadi 'Mini Coffee Shop', Pasutri di Blitar Sukses Raup Omzet dari Pinggiran Kota
Pemasaran online menjadi tulang punggung operasional mereka. Berbagai menu unggulan, mulai dari Signature Coffee Latte hingga inovasi minuman es cendol, menjadi daya tarik utama yang membedakan kedai rumahan ini dengan kompetitor lainnya.
KOTA BLITAR, SJP – Tren bisnis kopi kini tidak lagi terbatas pada sewa gerai mahal di lokasi strategis. Seperti Bachtiar dan istrinya, Ninuk Yuliana, pasangan suami istri asal Perum Widuri Residence, Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, yang membuktikan bahwa kreativitas dari dalam rumah mampu menembus batas pasar konvensional.
Memanfaatkan hunian tipe 36, pasangan ini menyulap area dapur menjadi bar kopi profesional.
Lengkap dengan peralatan seduh modern dan dekorasi estetik, dapur tersebut kini bertransformasi menjadi mini coffee shop yang melayani puluhan pesanan setiap harinya.
Meski berlokasi di wilayah pinggiran kota, Bachtiar tak kehilangan akal untuk menjangkau konsumen. Ia memaksimalkan ekosistem digital melalui media sosial dan kemitraan dengan aplikasi transportasi daring (ojek online).
"Usaha kopi rumahan ini baru berjalan dua bulan, namun respons pasar sangat positif. Pesanan terus berdatangan meskipun lokasi kami tidak di jalan protokol," ujar Bachtiar saat ditemui pada Sabtu (17/1/2026).
Pemasaran daring menjadi tulang punggung operasional mereka. Berbagai menu unggulan, mulai dari Signature Coffee Latte hingga inovasi minuman es cendol, menjadi daya tarik utama yang membedakan kedai rumahan ini dengan kompetitor lainnya.
Dalam sehari, rata-rata Bachtiar mampu menjual sedikitnya 50 cup kopi dengan harga yang kompetitif, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per cup.
Selain aspek finansial, model bisnis Home-Based Business ini dipilih karena memberikan fleksibilitas waktu bagi keluarga.
"Kelebihan usaha rumahan ini adalah efisiensi. Saya tetap bisa meraup pendapatan tambahan tanpa harus meninggalkan kewajiban merawat anak dan mengurus keluarga," imbuhnya.
Keberhasilan Bachtiar dan Ninuk menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih mengutamakan kualitas produk dan kemudahan akses melalui teknologi, ketimbang sekadar lokasi fisik.
Kisah mereka menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain bahwa dengan modal kreativitas dan ketekunan, ruang terbatas di dalam rumah dapat dikonversi menjadi unit usaha yang produktif. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

