SPPG Suboh Buduan 1, Hidupkan Ekonomi Desa dan Kurangi Pengangguran di Situbondo
Kehadiran dapur SPPG Suboh Buduan 01 Situbondo dalam Program Makan Bergizi Gratis tak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi ibu rumah tangga dan pemuda desa yang kini memiliki penghasilan tetap.
SITUBONDO, SJP – Asap hangat dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suboh Buduan 01 di Kabupaten Situbondo bukan sekadar pertanda ribuan paket makanan bergizi tengah disiapkan. Di balik hiruk-pikuk aktivitas memasak sejak pagi hari, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu perlahan menjelma menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat desa.
Setiap hari, puluhan warga silih berganti datang membawa peran masing-masing. Ada ibu rumah tangga yang sibuk menyiapkan bahan makanan, pemuda desa yang membantu distribusi, hingga relawan yang memastikan setiap menu tersaji sesuai standar gizi. Aktivitas yang dulunya tidak pernah terbayangkan kini menjadi rutinitas produktif yang menghadirkan penghasilan tetap bagi banyak keluarga.
Program MBG yang dijalankan melalui dapur SPPG Buduan Suboh 1 tidak hanya berbicara soal pemenuhan nutrisi bagi siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Lebih dari itu, program ini mulai membentuk ekosistem ekonomi baru di tingkat desa. Kehadirannya memberi ruang kerja bagi warga yang sebelumnya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan bahkan tidak memiliki pendapatan tetap.
Di tengah kondisi ekonomi desa yang masih penuh tantangan, keberadaan dapur MBG menjadi bukti bahwa program sosial pemerintah dapat bergerak lebih luas menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Dari dapur sederhana di kawasan Buduan, roda ekonomi kecil mulai berputar, menghadirkan optimisme baru bagi warga Situbondo.
Kehadiran SPPG Suboh Buduan 01 di Kabupaten Situbondo memang tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan gizi masyarakat melalui program MBG, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Di bawah pengelolaan yayasan mitra pelaksana MBG, dapur SPPG Buduan Suboh kini menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang melibatkan puluhan relawan dari berbagai kalangan, mulai pemuda desa, remaja, hingga ibu rumah tangga.
Program yang beroperasi setiap hari tersebut berhasil menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Para relawan dilibatkan dalam berbagai tahapan pelayanan, mulai dari persiapan bahan baku, proses memasak, pemorsian makanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Mayoritas relawan sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap atau hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Kini mereka memiliki aktivitas kerja yang lebih terarah sekaligus memperoleh penghasilan rutin setiap bulan.
Salah pekerja, Maisa (58), mengaku bersyukur dapat bergabung dalam kegiatan operasional dapur SPPG. Sebelum bergabung, ia hanya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan sendiri. Namun, melalui program tersebut, kini ia memiliki kesempatan untuk membantu ekonomi keluarga.
“Alhamdulillah, dulu saya hanya ibu rumah tangga. Sekarang bisa ikut bekerja di dapur SPPG dan memiliki penghasilan sendiri. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga merasa lebih semangat karena bisa ikut berkontribusi dalam program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Keberadaan dapur SPPG Suboh Buduan juga dinilai mampu mengurangi angka perantauan tenaga kerja muda ke luar daerah. Sejumlah pemuda yang sebelumnya harus mencari pekerjaan di kota lain kini dapat tetap produktif dan memperoleh pendapatan di kampung halamannya sendiri.
Dalam operasionalnya, para relawan bekerja secara gotong royong untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan gizi seimbang.
Setiap hari, ribuan paket makanan diproduksi dan didistribusikan kepada siswa sekolah, balita, ibu hamil (bumil), serta ibu menyusui (busui) di wilayah Situbondo.
Menu yang disajikan disusun berdasarkan kebutuhan gizi seimbang, seperti nasi putih, ayam crumble, tahu goreng, tumis bihun sawi, dan buah pisang ambon sebagai sumber vitamin dan serat.
Selain berfungsi sebagai pusat pelayanan pemenuhan gizi, SPPG Suboh Buduan kini juga menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga menghadirkan lapangan kerja nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Hingga saat ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di dapur SPPG Suboh Buduan 01 berjalan tertib, aman, dan lancar dengan dukungan serta antusiasme tinggi dari masyarakat dan para relawan yang terlibat. (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

