Sosialisasikan Rumah Subsidi untuk PMI, Pemerintah Gandeng UIN KHAS Jember
Kegiatan sosialisasi itu digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN Khas Jember dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa serta para calon PMI.
JEMBER, SJP—Pemerintah terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI. Salah satunya melalui program rumah subsidi yang mulai disosialisasikan di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN Khas) Jember.
Kegiatan sosialisasi itu digelar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN Khas Jember dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa serta para calon PMI.
Dalam kegiatan ini, pemerintah juga mengumumkan rencana pendirian Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Kabupaten Jember.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya menekan angka keberangkatan PMI ilegal yang masih cukup tinggi di wilayah Jember dan sekitarnya.
Menurut data Kementerian P2MI, Kabupaten Jember termasuk lima besar wilayah penyumbang PMI bermasalah dengan dominasi keberangkatan non-prosedural.
“Kami menargetkan penurunan angka keberangkatan ilegal dengan menghadirkan P4MI lebih dekat ke kantong-kantong PMI seperti Jember,” ucap Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Prof. Moch. Chotib, Rabu (4/6/2025).
Dia menegaskan bahwa keberadaan P4MI di Kabupaten Jember akan mempermudah akses informasi dan pendampingan bagi calon pekerja migran.
“Wilayah Besuki selama ini bergantung pada P4MI Banyuwangi. Kini kami ingin memperluas jangkauan layanan ke Jember,” lanjut Prof. Chotib di GKT UIN Khas Jember.
Program rumah subsidi ini merupakan bagian dari strategi nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan jangka panjang bagi para PMI.
“Pemerintah telah menyiapkan kuota 20 ribu rumah subsidi untuk PMI di seluruh Indonesia,” jelas Prof. Chotib dalam keterangannya kepada media.
Untuk wilayah Jember, dialokasikan sekitar 3.000 unit kredit pemilikan rumah (KPR) bagi PMI aktif maupun keluarga mereka yang tinggal di Indonesia.
Tak hanya PMI, menurut Prof. Chotib, program subsidi ini juga terbuka bagi profesi lain. Seperti jurnalis yang berpenghasilan di bawah Rp7 juta.
KPR subsidi tersebut dirancang dengan cicilan ringan dan tenor panjang. Sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
“Program ini sangat membantu, apalagi ada dukungan dari Bupati Jember Gus Fawait yang aktif mengawal distribusi kuota,” ungkap Prof. Chotib.
Pemerintah berharap program ini menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan papan.
Prof. Chotib juga menyebut, sosialisasi ini turut mengundang mahasiswa agar mereka paham dan dapat menyampaikan informasi pada masyarakat.
“Mahasiswa UIN Khas Jember bisa menjadi agen edukasi yang menjelaskan pentingnya bekerja ke luar negeri secara legal dan aman,” pungkasnya. (***)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

