SMP Budi Utomo Jombang Sebut Tidak Pernah Menahan Ijazah Kelulusan Siswa
Kepala SMP Budi Utomo, Sutopo, menyebut bahwa sekolah sama sekali tidak memiliki kebijakan untuk menahan ijazah para siswa yang telah dinyatakan lulus.
JOMBANG, SJP–Pihak SMP Budi Utomo dibawah Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) memberikan klarifikasi terkait isu penahanan ijazah yang menjadi sorotan masyarakat melalui Dewan Pendidikan Jombang.
Kepala SMP Budi Utomo, Sutopo, menegaskan bahwa sekolah sama sekali tidak memiliki kebijakan untuk menahan ijazah para siswa yang telah dinyatakan lulus.
Menurut Sutopo, setelah ijazah selesai diproses dan siap untuk didistribusikan, pihak sekolah selalu memberikan pengumuman resmi kepada orang tua siswa melalui wali kelas masing-masing agar ijazah tersebut bisa segera diambil.
"Kami tidak menahan ijazah. Ketika ijazah sudah siap didistribusikan, kami langsung menyampaikan kepada orang tua melalui wali kelas untuk segera diambil," ujar Sutopo saat ditemui suarajatimpost.com, Rabu (20/5/2026).
Terkait prosedur pengambilan, Sutopo menjelaskan bahwa sekolah memang menerapkan syarat administratif umum yang wajar, seperti penyelesaian administrasi dan pengembalian buku-buku pinjaman ke perpustakaan sekolah. Namun, ia menekankan bahwa urusan tunggakan biaya sekolah tidak menjadi penghalang bagi siswa yang ingin mengambil haknya.
Ia mencontohkan, pada hari yang sama terdapat dua orang wali murid yang datang untuk mengambil ijazah meskipun masih memiliki tunggakan administrasi. Pihak sekolah tetap memberikan ijazah tersebut tanpa mempersulit prosesnya.
"Prinsipnya kita tidak menahan. Tadi ada dua orang wali murid dari tahun ajaran kemarin yang datang. Meskipun belum lunas dan masih ada tunggakan, begitu mereka datang untuk mengambil ijazah, tetap kami berikan," jelasnya.
Lebih lanjut, Sutopo mengungkapkan bahwa alasan masih adanya ijazah yang tersimpan di sekolah murni karena faktor dari pihak siswa atau orang tua sendiri yang belum sempat mengambilnya. Beberapa siswa memilih menunda pengambilan karena berbagai alasan pribadi, mulai dari faktor kesibukan hingga rencana melanjutkan sekolah ke jenjang SMA/SMK.
"Ada siswa yang bilang nanti saja mengambilnya karena mau lanjut ke SMA atau SMK. Ada juga yang sengaja mengambil saat liburan panjang sekalian pulang kampung. Jadi, kalau ijazah itu masih banyak di sekolah, itu karena belum diambil oleh yang bersangkutan, bukan karena kami tahan," pungkas Sutopo.
Sebelumnya, Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang menerima dan melakukan kroscek atas aduan masyarakat (dumas) dugaan penahanan ijazah siswa di Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Jombang.
Dumas oleh sejumlah perwakilan wali siswa dan mantan siswa sekolah dibawah naungan YPBU Jombang terjadi pada Jumat (15/5/2026) lalu di kantor DP Jombang, Jalan Patimura, Kecamatan Jombang.
Wakil Ketua DP Jombang Arif Kuswirasasono menyebut pembuat Dumas mengeluhkan tidak bisa ambil ijazah selama bertahun-tahun.
"Satu diantara pendumas, karena tidak bisa ambil ijazah sejak tahun 2018, akhirnya putus asa tidak bisa cari kerja atau kuliah, terpaksa memilih menikah hingga punya 2 anak," beber Arif dalam pesan diterima wartawan. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

