Siap Siaga Erupsi Gunung Raung, BPBD Bondowoso Salurkan Masker dan Kacamata Gratis
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi erupsi yang terjadi tiba-tiba dan berimbas kepada kesehatan masyarakat. Meskipun, sampai saat ini kondisi Kabupaten Bondowoso masih dalam posisi aman.
BONDOWOSO, SJP – Gunung Raung yang berada di tiga kabupaten, yakni Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi, terus mengalami erupsi. Hari ini, Kamis (12/6/2025) sekira pukul 04.41WIB, kolom abu kembali menjulang tinggi ke arah selatan.
Gunung tertinggi di Kabupaten Bondowoso ini tercatat sudah sejak 8 hari lalu batuk dengan mengeluarkan abu tebal ke berbagai wilayah, baik Banyuwangi, Bondowoso maupun Jember dan Situbondo.
Kali ini, kolom abu kian tinggi dan berpotensi mengganggu pernapasan masyarakat yang ada di sekitar Gunung Raung, utamanya Kecamatan Sumber Wringin. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memberikan masker gratis kepada warga.
Selain menyerahkan masker, Tim BPBD bahkan telah memberikan kacamata safety, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, vitamin, hingga Velbed. Bahkan, saat ini sejumlah anggota BPBD juga stand by di Kecamatan Sumber Wringin.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, pembagian sejumlah masker dan logistik lainnya bagian dari kesiapsiagaan.
“Meski abu vulkanik untuk hari ini sekira pukul 12.49 WIB tak berimbas bagi masyarakat di desa-desa yang ada di Kecamatan Sumber Wringin, kami tetap waspada dan siap siaga,” ucapnya.
Perihal pendakian, Camat Sumber Wringin, Probo Nugroho menegaskan, pendakian ke Gunung Raung via Sumber Wringin dipastikan telah ditutup sejak hari pertama erupsi pada 5 Juni 2025 lalu.
"Sudah kami tutup sejak tanggl 5 Juni lalu,” tandasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan rilis dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Raung, tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak gunung dengan ketinggian 4.332 MDPL (meter di atas permukaan laut), pada Kamis (12/6/2025).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah selatan. Sedangkan, rekaman seismik didominasi tremor menerus dengan amplitudo maksimum 4 mm dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.
“Saat ini Gunung Raung berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius 3 Km dan menuruni kaldera serta bermalam di kawasan kawah,” begitu bunyi rilis yang diterima suarajatimpost.com.
Kondisi Gunung Raung juga dilaporkan sama oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso. Kepala BPBD, Sigit Purnomo menjelaskan, untuk radius aman sekira 3 Km dari puncak gunung.
“Untuk di luar radius 3 Km, saat ini kondisinya masih aman. Gempa tremor terjadi sudah seminggu, namun, intensitasnya kecil dan tida ada kenaikan yang begitu signifikan,” katanya.
Sigit juga mengimbau kepada warga, wisatawan dan para pendaki, untuk mematuhi imbauan dari pihak terkait, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
“Aktivitas warga, khususnya di wilayah Kecamatan Sumber Wringin terpantau masih aman dan berjalan seperti biasanya. Warga juga sudah memahami kondisi Gunung Raung dan selalu siap siaga jika terjadi bencana gunung meletus,” pungkasnya. (*)
Editor : Ali Wafa
What's Your Reaction?

