Shuttle Bus Wisatawan Akan Beroperasi Bulan Depan untuk Kurangi Kemacetan Kota Batu
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Jumat (21/3/2025) menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan diperkirakan meningkat drastis, dengan jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Batu mencapai 7.000 hingga 12.000 unit per hari selama periode 21 Maret hingga 6 April 2025. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah menghadirkan shuttle bus lower deck agar wisatawan dapat mengakses destinasi utama tanpa perlu membawa kendaraan pribadi.
KOTA BATU, SJP - Layanan shuttle bus wisatawan yang beberapa waktu lalu diuji coba, dipastikan akan beroperasi secara gratis pada 2 hingga 7 April 2025. Kebijakan ini diambil sebagai strategi untuk mengurangi kepadatan kendaraan di pusat kota yang kerap terjadi selama libur panjang.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata pada Jumat (21/3/2025) menjelaskan, lonjakan kendaraan diperkirakan meningkat drastis, dengan jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Batu mencapai 7.000 hingga 12.000 unit per hari selama periode 21 Maret hingga 6 April 2025.
Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah menghadirkan shuttle bus lower deck agar wisatawan dapat mengakses destinasi utama tanpa perlu membawa kendaraan pribadi.
"Harapannya, wisatawan bisa lebih nyaman dan kemacetan di pusat kota bisa dikurangi. Bus lower deck yang disediakan memiliki kapasitas sekitar 35 penumpang, dengan 20 tempat duduk dan sisanya berdiri. Shuttle ini akan beroperasi dari beberapa checkpoint yang telah ditentukan, mengantar penumpang ke berbagai destinasi wisata utama di Kota Batu," urainya.
Ia juga memastikan titik-titik shuttle berada di lokasi strategis agar wisatawan dapat dengan mudah menggunakan layanan ini. Jika program ini terbukti efektif, jumlah shuttle bus bisa ditambah di masa mendatang.
"Idealnya semakin banyak shuttle yang beroperasi, semakin baik dampaknya terhadap pengurangan kemacetan. Namun, tentu akan ada evaluasi lebih lanjut setelah melihat hasil di lapangan," imbuhnya.
Pihak kepolisian dan dinas terkait akan terus memantau serta mengevaluasi kebijakan ini agar dapat berjalan optimal dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Batu. (*)
Editor : RIzqi Ardian
What's Your Reaction?

