Serangan Wereng Lumpuhkan Lahan Padi di Trenggalek, Petani Terancam Gagal Panen

Serangan wereng terparah dalam beberapa tahun terakhir melanda sawah petani di Desa Baruharjo, Trenggalek. Sebagian lahan terancam puso, sebagian lainnya diperkirakan gagal panen.

01 Aug 2025 - 18:45
Serangan Wereng Lumpuhkan Lahan Padi di Trenggalek, Petani Terancam Gagal Panen
Petani menyemprot pestisida di lahan padi yang terserang wereng di Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. (Foto: Beny/SJP)

TRENGGALEK, SJP Petani di Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, menghadapi serangan hama wereng paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Serangan ini mengancam panen padi yang sedang memasuki usia pertumbuhan.

Sururi, salah satu petani setempat, mengaku kewalahan menghadapi serangan wereng. Dia rutin melakukan penyemprotan pestisida setiap tiga hari sekali, bahkan sudah lebih dari lima kali, tetapi hama tetap muncul kembali tak lama setelah penyemprotan.

“Sekali semprot habis sekitar Rp200 ribu. Lahan saya 400 ru semuanya kena,” keluhnya.

Meski telah menerima bantuan obat dari pemerintah, dia menyebut jumlahnya terbatas dan kualitasnya kurang maksimal karena harus dicampur air dalam jumlah besar.

“Tapi ya terima kasih, sudah dibantu,” ujarnya.

Sururi berharap panen kali ini masih bisa diselamatkan, meski hasilnya diperkirakan akan turun hingga 50 persen. Dari biasanya bisa mencapai 1 ton per 100 ru, kini ia memperkirakan hanya akan mendapat sekitar 5 kuintal.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Desa Baruharjo, Hariyani, menyebut serangan wereng sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan kondisinya sangat memprihatinkan. Pemerintah desa telah berupaya menanggulangi dengan menggandeng kelompok tani untuk penyemprotan massal, serta menjalin kerja sama dengan dinas terkait.

“Lahan yang terancam puso ada sekitar 25 hektare. Sampai hari ini, yang sudah bisa dikatakan gagal panen mencapai 7 hingga 10 hektare,” ungkap Hariyani.

Dia juga menjelaskan bahwa sebagian besar padi yang terserang saat ini berada di usia tanam sekitar 45 hari, dan masih kurang dua bulan lagi untuk dipanen. Daya tahan tanaman terhadap wereng juga berbeda-beda tergantung varietasnya.

Pemerintah desa berharap ada langkah lanjutan dari pemerintah daerah maupun pusat untuk membantu petani terdampak dan mencegah kerugian yang lebih luas. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow