Seniman Gresik Bawa Kesenian Damar Kurung ke Desain Kemasan Produk Nasional Teh Botol Sosro
Dari total 5000 pendaftar, 22 ilustrator terbaik yang karyanya terpilih, sebelum kemudian disortir kembali menjadi 8 pemenang utama. Delapan karya terpilih tersebut kemudian diproduksi menjadi desain resmi untuk kemasan Teh Botol Sosro dan merchandise edisi khusus.
GRESIK, SJP — Seniman asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur, M Anhar Chusnani, membawa kesenian damar kurung ke desain produk kemasan minuman nasional cap Teh Botol Sosro. Desain itu sudah mulai diproduksi setelah menang dalam ajang kompetisi desain kemasan Teh Botol Sosro 2025.
Kemenangan desain itu dibawakan oleh M Anhar Chusnani, seniman damar kurung asal Kabupaten Gresik.
"Sekarang desain teh botol saya sudah ada di indomaret terdekat pada kemasan minuman kotak ukuran 300 ml yang mulai beredar sejak Agustus 2025 hingga akhir tahun ini," kata Anhar, Sabtu (27/9/2025).
Anhar menceritakan, betapa sulitnya berkompetisi dalam ajang desain kemasan Teh Botol Sosro 2025 itu. Kompetisi yang mengusung tema Kebaikan untuk Sesama ini telah berlangsung sejak Februari 2025 dengan tahapan submission karya.
Ia menyebut, total ada 5.000 orang yang mengajukan pendaftaran online. Setelah melalui proses seleksi ketat, para pemenang diumumkan pada akhir Maret 2025.
Penyerahan hadiah baru digelar pada September 2025 melalui acara spesial di Jakarta Illustration Fair yang bekerja sama dengan Teh Botol Sosro.
Anhar sendiri termasuk dalam 22 ilustrator terbaik yang karyanya terpilih, sebelum kemudian disortir kembali menjadi 8 pemenang utama.
Delapan karya terpilih tersebut kemudian diproduksi menjadi desain resmi untuk kemasan Teh Botol Sosro dan merchandise edisi khusus.
"Ini kompetisi yang bergengsi karena Teh Botol Sosro dikenal memiliki standar desain tinggi. Biasanya ruang desain hanya sebatas produk lokal atau UMKM, namun kali ini seniman daerah diberi kesempatan tampil di panggung nasional," jelasnya.
Menurut dia, desain damar kurung yang diangkat bukan sekadar ilustrasi, tetapi membawa pesan budaya khas Gresik agar lebih dikenal secara luas.
Ia berharap karyanya bisa menjadi jalan agar seni tradisi lokal tidak hanya berhenti di ruang pameran, melainkan hadir di berbagai medium sehari-hari.
"Dengan tampil di kemasan minuman yang dikonsumsi masyarakat luas, harapannya damar kurung bisa semakin dikenal. Bahkan kalo bisa melangkah hingga ke level internasional," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

