Semester I Tahun 2025, Penemuan Kasus TBC di Bondowoso Capai 53 Persen

Penanganan TBC di Bondowoso menunjukkan progres positif. Semester I 2025 tercatat 5.430 terduga kasus, 1.279 pasien sembuh, dan capaian pengobatan 91 persen. Dinkes bersama RSUD dr. H. Koesnadi perkuat surveilans, pencatatan, dan pengawasan obat.

12 Sep 2025 - 19:18
Semester I Tahun 2025, Penemuan Kasus TBC di Bondowoso Capai 53 Persen
Dari kiri ke kanan : Agus Winarno Plt Kepala Dinas Kesehatan, dr Yus Priyatna Direktur RSUD dr H Koesnadi, Ahmad Inspektur Inspektorat, Fathur Rozi Sekda Bondowoso dan Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i saat dikonfirmasi perihal penanganan TBC di Wisma Wakil Bupati (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bondowoso masih terus dikejar sesuai target Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Hingga semester I 2025, capaian penemuan terduga TBC sudah mencapai 5.430 kasus, atau sekitar 53 persen dari target 10.229 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Agus Winarno, menjelaskan bahwa meskipun capaian penemuan kasus baru belum setengahnya, progres di bidang lain cukup menggembirakan. 

“Untuk kasus TBC yang memulai pengobatan, dari target 698 kasus, sudah tercapai 638 kasus, atau 91,4 persen,” ungkapnya, Jumat (12/9/2025) di ruang kerjanya.

Sementara itu, untuk keberhasilan pengobatan, dari target 1.505 pasien, tercatat sudah ada 1.279 pasien yang berhasil sembuh, dengan capaian 84,98 persen. 

“Artinya, dari sisi pengobatan, capaian kita relatif tinggi,” jelas Agus.

Namun, untuk kasus TBC yang ditemukan dan dilaporkan, progres masih rendah. Dari target 2.105 kasus, hingga semester I baru ditemukan 698 kasus, atau 33,2 persen.

Agus menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penemuan kasus melalui kerja keras tim surveilans TB dan kader kesehatan di lapangan. 

“Tahun lalu, 2024, capaian kita bahkan melebihi target. Itu membuktikan kerja teman-teman surveilans cukup maksimal. Tahun ini kami optimistis bisa mengejar target lagi,” pungkasnya.

RSUD dr. H. Koesnadi Perkuat Surveilans dan Pengawasan Obat

Direktur RSUD dr  H Koesnadi Bondowoso, dr  Yus Priyatna menegaskan komitmennya bersama Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas dalam memperkuat upaya penanganan Tuberkulosis (TBC). 

Menurut dokter spesialis paru ini, sistem surveilans dan pencatatan di Bondowoso saat ini sudah berjalan cukup baik. 

“Kita bekerja untuk melakukan surveilan ke semua puskesmas, ke semua masyarakat, dan termasuk pencatatan kita cukup baik. Jadi saat ini data di 4 rumah sakit swasta dan 25 puskesmas, sudah terlink semua dalam satu data,” jelasnya.

Ia menyebut, dari sisi sarana dan prasarana (Sarpas), Bondowoso sudah cukup siap. 

“Alhamdulillah kita cukup baik. Jadi sudah ada 7 mesin TCM (Tes Cepat Molekuler dan 25 tenaga mikroskop di puskesmas,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TBC bisa disembuhkan apabila pasien patuh menjalani terapi dan pengobatan dari dokter.

“Jika pasiennya minum obat insyaallah sembuh. Jadi memang yang paling penting adalah pengawasan minum obat,” tegasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow