Semarak GFC ke-6 di Jember, Komunitas JRP Tampilkan Cerita Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia
Mereka menampilkan cerita kolosal tragedi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi di Surabaya pada 18 September 1945, yang menceritakan tentang perjuangan kelompok pemuda Indonesia merobek bagian biru dari bendera Belanda.
JEMBER, SJP - Memasuki tahun ke 6 gelaran tahunan Gumukmas Fashion Carnaval (GFC) yang semakin melejit dengan angkat tema Gema Kreasi Budaya Nusantara.
Dari berbagai kreasi ditampilkan, mulai dari barongsai, kesenian Reog dan juga daul dari pulau Madura juga hadir semarakan kegiatan tahunan tersebut.
Muhamad Subur, ketua panitia kegiatan saat ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan, jika tema tahun ini tidak lepas dari tema kreasi budaya.
"Kita tetap sesuai dengan tema, angkat budaya dan juga bentuk edukasi kepada masyarakat dalam memasuki tahun ke 6 gelaran Gumukmas Fashion Carnival ini. Untuk peserta tahun ini ada 24 dan jarak kurang lebih 4 Km," katanya, Rabu (24/9/2025).
Lebih lanjut ditanya perihal pro dan kontra waktu dan juga tampilan sound horeg yang tidak bisa lepas dalam kegiatan carnaval, pihaknya menjelaska tetap sesuai SOP untuk sound, dan untuk waktu kegiatan sampai jam 12 malam.
"Yang dilakukan panitia yaitu mengawal jika ada peserta yang terlalu lama berhenti di tengah jalan saat menampilkan kreasi, agar acara tidak molor," jelasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, ada yang unik dari salah seorang peserta nomer 8 dari Kecamatan Semboro bernama komunitas JRP (jagongan rebo pon).
Mereka menampilkan cerita kolosal tragedi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi di Surabaya pada 18 September 1945, yang menceritakan tentang perjuangan kelompok pemuda Indonesia merobek bagian biru dari bendera Belanda.
Hampir 200 peserta, JRP memperagakan perjuangan yang ditampilkan epic dengan kolosal perjuangan dengan baju lengkap dan tangisan perjuangan pemuda bersama masyarakat untuk perjuangkan martabat bangsa.
Pendiri JRP, Adif Muttaqin menjelaskan, tema parade kolosal ini untuk mengedukasi dan mengingatkan masyarakat tentang sejarah perjuangan Indonesia merebut hak dan simbol negara.
"Pemuda kala itu rela mengorbankan harta dan nyawa melawan Belanda di hotel Yamato yang sekarang menjadi nama hotel Majapahit di kota Surabaya," jelasnya.
Tidak hanya itu saja, Adif juga menerangkan jika tidak hanya tampilkan cerita perjuangan, tapi dirinya juga menampilkan marching band.
"Kami selain tampilkan marching band, kami juga ikut serta dalam pungut sampah di sepanjang jalan yang rute karnaval," ungkapnya.
Perlu diketahui, komunitas JRP selain aktif di bidang sosial ekonomi, juga bergerak di bidang garmen, event organizer dan juga tempat pelatihan edukasi alat berat serta penjualan produk UMKM. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

