Seleksi JPT Pratama di Bondowoso Dipastikan Hasilkan Pejabat yang Kompeten dan Berintegritas
Sebanyak 55 ASN mengikuti seleksi terbuka JPT Pratama di Bondowoso. Saat ini proses seleksi memasuki tahapan asesmen kompetensi oleh asesor bersertifikat dari BKD Provinsi Jawa Timur.
BONDOWOSO, SJP – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berjalan. Dari total 55 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti Open Bidding, saat ini tahapan seleksi telah memasuki asesmen kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur.
Mereka semua tengah memperebutkan 11 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di antaranya, Staf Ahli Bupati, Dinas BSBK, BKPSDM, DLH, BPBD, BPKAD, Diskoperindag, Disparbudpora, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo dan Sekretaris DPRD.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menjelaskan, tahapan asesmen tersebut mencakup pengukuran kemampuan, kompetensi, hingga kompetensi bidang peserta. Selain itu, peserta juga menjalani tes psikologi serta penilaian kemampuan pemecahan masalah (problem solving).
“Aspek yang dinilai cukup banyak, mulai dari kompetensi, tes psikologi, hingga kemampuan problem solving. Semuanya dinilai secara menyeluruh,” ujar Fathur Rozi, Ahad (21/12/2025).
Ia menyebutkan, pelaksanaan asesmen berlangsung sejak pagi hingga malam hari, karena melibatkan sembilan asesor yang seluruhnya ditentukan oleh BKD Provinsi Jawa Timur dan telah memiliki sertifikasi resmi sebagai asesor kompetensi.
“Asesmen dilaksanakan oleh sembilan asesor di BKD Provinsi. Mereka memang memiliki kompetensi dan sertifikasi sebagai asesor,” jelasnya.
Menurut Fathur Rozi, tahapan asesmen dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan peserta yang berbeda setiap harinya. Hal itu dilakukan untuk memastikan proses penilaian berjalan optimal dan objektif.
“Kalau pesertanya sedikit sebenarnya bisa satu hari selesai. Tetapi karena jumlahnya banyak, maka dilaksanakan tiga hari berturut-turut dengan peserta yang berbeda,” katanya.
Setelah tahapan asesmen rampung, proses seleksi Open Bidding JPT Pratama akan dilanjutkan ke tahap wawancara, yang menjadi tahapan akhir dalam rangkaian seleksi.
Ia menegaskan, proses seleksi ini melibatkan panitia seleksi (pansel) dari berbagai unsur, termasuk dari tingkat pusat dan provinsi, seperti pejabat dari Jakarta, Direktur Kepegawaian, serta BKD Provinsi Jawa Timur.
“Kami ingin proses seleksi ini berjalan transparan dan objektif. Karena kita membutuhkan pejabat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas,” tegasnya.
Fathur Rozi menambahkan, kompetensi saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan integritas, sehingga seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjaring ASN terbaik yang mampu mengemban jabatan pimpinan tinggi pratama di Kabupaten Bondowoso. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

