Selama Ramadan, Pemkab Mojokerto Gelar Operasi Pasar Tiap Jumat

Operasi Pasar Ramadan Berkah ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati Mojokerto Muhammad Albarra dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian untuk tekan inflasi

07 Mar 2025 - 14:29
Selama Ramadan, Pemkab Mojokerto Gelar Operasi Pasar Tiap Jumat
Bupati Mojokerto Muhammad Albarra (kemeja putih) saat memantau operasi pasar di Pasar Raya Mojosari. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto berikut jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) menggelar operasi pasar setiap Jumat selama bulan Ramadan.

Kegiatan bernama Operasi Pasar Ramadan Berkah sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Muhammad Albarra dan Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian untuk menekan inflasi di Bumi Majapahit. 

"Ini operasi pasar Ramadan berkah yang dilakukan setiap hari Jumat yang dilakukan di Mojokerto," ucap Muhammad Albarra usai memantau langsung operasi pasar di Pasar Raya Mojosari, Jumat (7/3/2025).

Politisi muda yang akrab disapa Gus Barra ini menjelaskan, tujuan dilakukan operasi pasar di bulan Ramadan ini untuk menekan inflasi serta menekan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. 

"Fungsinya untuk menekan inflasi di Kabupaten Mojokerto dan menstabilkan harga kebutuhan pokok," jelasnya. 

Gus Barra menambahkan, fokus utama dalam kegiatan tersebut yaitu memantau ketersediaan dan harga bahan pokok. Seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, cabai, hingga bawang.

Dirinya menegaskan, Pemkab Mojokerto telah menentukan harga bahan pokok sesuai dengan standarisasi yang ditentukan. Sehingga tidak boleh ada penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET). 

"Cegah adanya barang yang dijual di atas HET. Kami ya melakukan operasi pasar ini," terangnya. 

Gus Barra menandaskan, kegiatan operasi pasar ini dipastikan digelar setiap hari Jumat selama bulan Ramadan. 

"Jumat depan di Brangkal. Ini setiap Jumat selama Ramadan," pungkasnya. 

Pantauan di lokasi, operasi pasar ini disambut baik oleh masyarakat. Mereka menginginkan harga kebutuhan pokok tetap stabil meski menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Sebagaimana diungkapkan oleh Umi Nadhifah (56), seorang penjual mi ayam di kawasan Mojosari. Dia mengaku senang mendapat harga lebih murah dari biasanya. 

"Minyak saja dua. Harganya murah, Rp 14,5 ribu, enak mudah-mudahan setiap hari Jumat," ujar Umi sembari menenteng belanjaannya. 

Hal senada diungkapkan oleh Suci (35), seorang ibu rumah tangga. Dia pun mengaku senang bisa berbelanja di pasar dengan harga murah. 

"Ayam, Rp 29.500 satu kilo. Saya beli setengah kilo. Murah, senang," singkatnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow