Sebuah Objek Diduga Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Terdeteksi di Jarak 1-2 Mil dari Titik Tenggelam
Diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya terdeteksi sonar di kedalaman 60 meter, TNI AL kerahkan kapal perang dan 32 penyelam untuk pencitraan dan evakuasi di dasar laut Selat Bali.
SURABAYA, SJP—Upaya pencarian KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali mulai menunjukkan titik terang. Tim SAR gabungan berhasil mendeteksi sebuah objek bawah laut yang diduga kuat sebagai bangkai kapal naas tersebut, berkat teknologi sonar milik Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan, Sabtu (5/7/2025) malam.
Objek terdeteksi pada kedalaman 40–60 meter, berjarak sekitar 1–2 mil laut dari titik terakhir kapal dilaporkan tenggelam. Dimensi benda tersebut disebut sesuai dengan ukuran kapal roll on-roll off (roro) itu.
"Benda tersebut memiliki panjang dan lebar yang sesuai dengan spesifikasi kapal. Diduga kuat itu KMP Tunu," ujar Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksda TNI Ribut Eko Suyatno, Ahad (6/7/2025).
Perihal tersebut dikonfirmasi oleh Panglima Koarmada II, Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, menyebut TNI AL segera mengerahkan KRI Pulau Fanildo-732, kapal perang berteknologi pencitraan bawah laut canggih guna memastikan penemuan tersebut.
Kapal tersebut dilengkapi perangkat side scan sonar, multibeam echo sounder, dan magnetometer, yang mampu mendeteksi dan memetakan objek logam secara detail di dasar laut.
"KRI Fanild akan langsung menjalankan tugas pencitraan bawah laut," kata Laksda Alit.
Sebagai wujud komitmen dalam pencarian tersebut, TNI Angkatan Laut juga telah mengerahkan kekuatan penuhnya untuk memperbesar peluang evakuasi korban dan pencarian bangkai kapal.
Selain KRI Fanildo, unsur lain yang dilibatkan antara lain KRI Teluk Ende-517 dan KRI Tongkol-813. Tak hanya unsur permukaan, pencarian juga dilakukan dari udara menggunakan pesawat CN 235-220 dan heli Panther HS-1309 dari Puspenerbal.
Kekuatan personel juga dikerahkan maksimal. Sebanyak 22 penyelam telah menjalani pemeriksaan medis di RSUD Blambangan, dan 16 di antaranya dinyatakan siap diturunkan ke laut. Tambahan 16 penyelam dari TNI AL juga sedang dipersiapkan.
"Dengan semua kemampuan terbaik dari unsur-unsur yang kita bawa, diharapkan pencarian ini berjalan maksimal dan berpeluang besar untuk bisa menemukan posisi KMP Tunu Pratama Jaya maupun para korban,” tegas Laksda Alit.
Hingga Ahad (6/7/2025), hanya ada satu korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi. Dari total 65 manifes (53 penumpang dan 12 kru), tercatat 30 orang selamat, 7 meninggal dunia, dan 28 masih dalam pencarian intensif.
TNI AL menegaskan akan terus terlibat aktif hingga seluruh korban dan bangkai kapal berhasil ditemukan, sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

